Dhani menjemput Sabrina di Bandara. Meski hanya beberapa hari saja, tapi kerinduan seperti kekasih yang terpisahkan berpuluh tahun. Dhani segera memeluk erat istri tercintanya. Sabrina membalas erat. Sementara Alvira cemberut di samping mereka.
“Alvira kok nggak ada yang meluk sih,” katanya dengan bibir cemberut.
Sabrina dan Dhani tersadar. Mereka saling menatap lalu tertawa. Segera Sabrina memeluk Alvira tak lupa menciuminya. “Anak Mama jangan ngambek dong nanti nggak dikasih oleh-oleh loh,”
“Asiik ..” Alvira berteriak girang. “Mana mah?”
“Nanti dong di rumah. Sekarang bantuin dulu Mama angkat barang-barang ini ya,”
“Banyak banget bawaanmu, sayang?” tanya Dhani.
Sabrina tersenyum,”Ya gimana lagi, Mas. Kebutuhannya juga banyak. Dan ..”
Dhani senyum.”Perempuan mana sih yang tidak ngiler kalau lihat barang bagus,” timpal Dhani.
Sabrina senyum. “Mas Dhani memang paling bisa buat saya malu,” rajuknya.
Dhani membawakan koper Sabrina. Sedang Alvira membawa tas. Mereka bertiga segera meninggalkan Bandara. Ingin segera samai di rumah dan melepas rindu. Dalam perjalanan Dhani bertanya,”Kira-kira Maryam bisa mengerjakan semuanya?”
"Tenang mas. Sabrina akan all out. Begitu juga dengan Ratih. Kami belajar banyak hal. Iyakan Ratih?" Alih Sabrina pada Ratih meminta penguatan.
"Iya Pak. Benar. Kami sudah banyak inspirasi, seru bermalam dengan ibu. Hampir tiap menit, muncul ide baru."
Dhani dan Alvira tersenyum. Sampai mereka ke arah rumah begitu banyak yang mereka perbincangkan. Bahagia bisa berkumpul dan memiliki aliran rasa yang sama.
Sampai di butik pun demikian. Sabrina meluapkan kerinduan dan memeluk Maryam berjuta polah. Seperti sudah bertahun tidak bertemu.
"Taukah Maryam. Aku dan Ratih belajar banyak di pesawat. Kami juga mencoba beberapa item pola tenun lain dari biasa yang kau ajarkan, diantaranya yang ini, pola hiasan tusuk dan rajut renda. Cantik. Lihatlah?" Sabrina menunjukan hasil tenunannya.
"Masyaallah, hampir 1 tas hasil kreasinya? Sabrina. Luar biasa." Maryam benar-benar suprised melihat kemajuan sahabatnya walau dengan bantuan Ratih. Tapi pasti murni idenya. Cantik sekali. Bisa jadi bahan-bahan jual yang cukup mengayakan pada saat Ekspo nanti.