GHOST FAMILY

Herman Siem
Chapter #5

Konsul Dokter Ngutang

"Loe kenapa si dari tadi manyun gitu?! Muka loe kayak tempe busuk!" tanya ketus Sapri.

Seperti biasa sebelum turun dari motor kesayangannya, wajah Sapri yang ngepas selalu diperlihatkan pada kaca spion bulat sisi kanan.

Axel berdiri saja, langkahnya seperti berat berjalan. Padahal tempat praktek Dokter Ghina sudah ada didepan matanya. Axel selalu datangi dan selalu konsul dengan Dokter berwajah cantik dengan keluhan pelupanya itu.

"Inara, kenapa ngak masuk hari ini?" itu yang jadi pikiran Axel sejak tadi.

"Emang otak saraf loe udah kejepit Xel. Makanya loe jadi pikun terus! Masih muda ganteng, udeh pikun! Loe tadikan udah dikasih tahu, sama Hana! Kalau Inara, hari ini izin ngak masuk karena lagi sakit!" ketus jawaban Sapri sudah turun dari motor.

"Iya, gua baru ingat. Tadi Hana kasih tahu gua, kalau Inara izin ngak masuk, karena lagi demam," jawab Axel mulai tersenyum wajahnya.

"Xel! Loe kenapa lagi?!" menahan sabar Sapri melihat sahabatanya itu lagi-lagi terpaku berdiri saja.

Cengar-cengir sambil garuk-garuk kepala jemari kirinya. Keningnya berkerinyit sedikit, tapi tetap tidak menyurutkan wajah tampannya Axel.

"Gua lupa Sapri?" __ "Axel! Apa lagi?! Emang pikuanan loe!"

Masih cengar-cengir Axel menahan tawa melihat sahabatnya itu makin marah padanya.

"Gua lupa ambil duit di ATM buat bayat konsul Dokter Ghina," jawab Axel mesem.

"Hahh! Loe biasa bangat deh! Udeh! Ntar bilangan aja loe, sama Dokter Ghina. Seperti biasa lagi. Ngutang aja dulu, biaya konsulnya!"

Motor honda C70 warna hijau botol dibiarkan saja terpakir berdampingan mobil depan pelataran rumah sakit. Rumah sakit, yang mengkhususkan pasien menderita penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf.

Keduanya sudah melangkah berjalan masuk kedalam. Disambut dengan senyuman sekali mengangguk wajah satpam rumah sakit, berseragam setelan jas biru tua.

Lihat selengkapnya