GHOST FAMILY

Herman Siem
Chapter #9

Mual Disertai Ketakutan

Rasa lapar sejak tadi siang sudah terbayar kenyang, wajah-wajah tersenyum tergurat seraya memuji nikmat sekali santapan makan malam.

"Baru kali ini, gua makan seenak dan selejat sayur sop kepala kambing ini," puji menebar senyuman ucapan Sarip pada ketiga adiknya Inara.

Inara hanya tersenyum bercampur pucat menatap Axel beranjak bangun dari duduk. Hana menahan tawa perhatikan Sarip hampir saja ia tidak bisa bangun dari duduk, pasti berat badannya makin bertambah gemuk setelah makan malam itu.

Elsa, Chris dan Ben menahan geli tawa perhatikan Sarip, mencoba berapa kali berusaha bangun tapi terduduk lagi.

"Lagian loe Rip, kalau makan ngak kira-kira. Kayak besok-besok loe ngak ketemu nasi aja," Hana tidak tinggal diam sedikit menahan tawa bantu Sarip bangun dari duduknya.

"Masakan kamu enak sekali Inara," kata pujian terlontar dari bibir tipis Axel.

Jadi salah tingkah Inara, wajahnya terasa dibelai lembut semilir angin malam dingin makin terlihat pucat.

"Ehheeemmm!" Sarip pura-pura mendehem sekali.

"Itu kamar tidur kalian?" tanya Hana tidak sengaja perhatikan dalam kamar tidur yang gelap.

Posisi ruangan makan memang tidak jauh dari kamar tidur, yang pintunya terbentang terbuka lebar, tapi hanya kelihatan gelap dilihatnya dari luar. Semilir angin dingin terasa bebas sekali berhembus dari dalam kamar, langkah Hana penasaran mendekatinya.

"Kok gelap bangat?" guman Hana makin bingung.

Pintu cepat ditutup Elsa, tidak lagi terasa bisikan semilir angin dingin malam dari dalam kamar.

Hana makin ketakutan mendekati Sarip perhatikan ketiga wajah adiknya Inara makin pucat seram.

"Pasti kalian cuman main setan-setaan doangkan? Makanya kamar kalian sengaja juga digelapin?" kata Sarip cuman mengalihkan rasa ketakutannya saja.

Handle pintu sudah turun masih tertahan jemari kanannya Sarip. Wajahnya melongok kedalam, terkejut ia melihat dalam kamar benar-benar gelap. Hanya terlihat reruntuhan bangunan berselimut gelap dingin saja.

"Bruaak!"

Mundur ketakutan ketika daun pintu tertutup sendiri, seperti ada angin yang meniupnya. Sarip makin bergidik ketakutan, dua kakinya gemetar, buluk kuduknya berteriak ingin melompat lari karena saking ketakutan.

"Rip?" tanya Axel jadi ikut-ikutan bingung melihat tingkah Sarip.

"Kamar itu? I-i-itu kamar?"

Patah-patah bibir tebalnya tidak jelas berkata dan wajahnya makin ketakutan pandangi kamar sudah tertutup pintunya.

Lampu padam terang, sontak Hana dan Axel terkejut bingung.

Wajah Inara, Elsa, Chris dan Ben berubah seram, jemari-jemari hitam berkuku panjang tajam seraya ingin mencakar dalam kegelapan malam.

"Sarip? Axel?! Kenapa jadi gini lampunya?!" teriak Hana ketakutan.

Ketika lampu padam tidak terlihat wajah keempat keluarga setan itu, tapi ketika samar cahaya redup gelap jelas terlihat wajah seram keluarga setan itu, jelas dilihat Axel.

Lihat selengkapnya