GHOST FAMILY

Herman Siem
Chapter #10

Malam Berdua Dalam Intaian Abaddon

"Loe masih lapar Rip?" bingung Hana melihat Sarip makan lagi.

Padahal sudah malam, pasti makanan itu akan menambah berat badannya Sarip makin gemuk.

"Gua masih lapar," sahut Sarip sambil mengunyah makanan.

"Tapi ini udah malam, Sarip. Ngak baik makan malam, bakalan bikin badan loe tambah gemuk aja,"

Hana sudah terduduk dikursi berhadapan meja makan, memang masih ada sisa makanan dimeja makan itu. Sarip tidak peduli makanan itu sudah dingin, yang terpenting baginya sayur sop kepala kambing itu masih nikmat lejat disantapnya, tidak peduli sudah dingin.

Ketiga pasang mata seram sejak tadi mengintip dari balik pintu berlatar belakang kamar gelap.

Elsa, Chris dan Ben melihatnya jelas, bila yang dimakan Sarip adalah bangkai kepala kambing. Merasa ada yang memperhatikannya, Hana menoleh pada pintu. Pintu sudah rapat tertutup, tapi perasaannya makin bergidik tanya ada yang aneh perhatikan kamar.

"Gua yakin bangat Rip. Saat gua masuk kedalam kamar itu. Yang gua lihat cuman reruntuhan banguan gelap doang. Persis seperti, saat kita-kita melihat reruntuhan bangunan saat siang hari, yang Axel pikir reruntuhan bangunan itu adalah rumahnya Inara," sambil menahan mual Hana menjelaskan.

"Kayaknya nih rumah ada yang ngak beres Han. Tadi gua juga sama ngelihat tuh kamar. Emang persis dalam kamar itu cuman reruntuhan banguan, kayak tadi siang yang kita lihat," diperjelas lagi Sarip.

Pintu kamar terbuka sendiri.

Dilirik Hana dan Sarip tidak lagi makan, wajah keduanya mulai tegang dan digelayuti ketakutan.

"Haaauuuumm ... Errrrgggg ..." panjang sekali suara mengerang.

Hana dan Sarip beranjak bangun, keduanya mulai dicekam ketakutan.

Benar saja diluar jendela samping rumah terlihat bayangan hitam, jelas terlihat jemari-jemari hitam berkuku panjang samar terlihat dibalik kaca jendela hanya untuk menakuti keduanya.

Semilir angin malam makin terasa dingin basah, makin berteriak buluk kuduk ingin menjerit bebas ditengah malam. Makin terbuka lebar pintu kamar, makin jelas terlihat hanya gelap didalamnya.

"Rip, gua takut," kata Hana ketakutan.

Sarip penasaran mendekati kamar, diikuti Hana dari belakang.

"Errrrgggg ..." pelan suara mengerang itu dari luar jendela.

Langkah Sarip terhenti, Hana juga ikut terhenti. Kedua wajah perhatikan jendela, jelas terlihat bayangan Abaddon diluar kaca jendela.

Lihat selengkapnya