Wajah tegang dan pucat sudah basah sembab dengan bulir-bulir peluh, kaki-kaki masih terus melangkah berlari cepat tidak tahu kemana dua mata kakinya mengajaknya.
Gelap malam masih terasa panjang, pandangan dua mata seakan terhalang serpihan kabut pekat malam.
Sinar cahaya rembulan malam menyelinap masuk, merasuki setiap rerimbunan dedaunan pohon pinus. Sedangkan tidak terlihat diatas langit sana, dimana kini taburan pijaran jutaan mata kecil bintang.
Suasana hutan pinus seakan sunyi sepi mencekam, tidak satupun terdengar suara binatang malam bersautan.
"Kak?"
Perasaan Ben khawatir dengan dimana Axel, tapi cepat ditariknya lengan kanan anak kecil setan itu. Hana dan Sarip kali tidak merasa takut lagi dengan keberadaan Ben dengan mereka berdua.
"Kasihan Kak Axel," ujar Ben.
"Ben!"
Terjatuh Ben, saat perasaannya dikelitiki rasa khawatirnya dengan Axel, yang tidak tahu dimana saat ini.
"Kak Axel?" masih ada khawatir Ben.
"Ayo cepat kamu naik kebelakang punggung saya,"
Sarip sudah jongkok belakangi Ben masih tidak mau naik kebelakang punggung besar itu, wajahnya menoleh kebelakang hanya terhampar gelap saja.
"Errrrgggg ...Hauuuuummmm ..."
"Ben! Cepat!" Hana tidak sabaran mendorong Ben pada punggung Sarip.
Suara menggeram Abaddon makin terdengar jelas, Sarip berlari cepat menggedong belakang Ben dipunggung belakangnya.
Tergurat wajah pucat sedih Ben, hatinya masih bertolak belakang dengan keinginan ketiga kakaknya masih tetap ingin pelaku pembunuhan itu segera mati.
"Errrrgggg ...Hauuuuummmm ..."
Hana dan Sarip cepat berlari membelah gelap malam hutan pinus, semakin jelas terdengar suara menggeram Abaddon memecah malam hutan pinus.
***
"Errrrgggg ...Hauuuuummmm ..."
"Kak?"
Chris ketakutan, wajahnya tegang gemetar. Ketiganya sembunyi dalam reruntuhan tumpukan papan sisa bangunan tua.
Abaddon melayang pendek, wajah seramnya perhatikan sekitar reruntuhan bangunan, hanya terlihat sepi berselimut dingin. Sorot tajam dua mata merah seramnya tidak sekalipun pernah berkedip, naluri kemarahannya seakan tahu dimana keberadaan keluarga setan itu berada.
"Kreg,"