GHOST FAMILY

Herman Siem
Chapter #23

Merasa Bersalah

"Errrrgggg ... Hauuuuummmm ..."

Ketiga berlari membelah gelap malam masih terasa panjang sekali.

"Xel?!"

Kesal juga dari tadi Sarip sempat berapa kali ia menahan Axel agar tidak terlalu lemah merasa bersalah akan perbuatannya itu.

"Loe gimana si Xel! Gua sengaja ngajak loe pergi dari hutan ini, biar loe ngak mati! Ini loe malahan terlalu baperan ngerasa bersalah aja dari tadi!" ketus kesal Hana capek mungkin nasehatin Axel masih keras kepala saja.

"Tapi, gua emang ngerasa bersalah udah ngebunuh Inara dan ketiga adiknya," itu alibinya Axel.

"Tapi, loe lakukin itu, karena Ibu loe mati!" tandas Sarip makin kesal.

"Errrrgggg ... Hauuuuummmm ..."

Hana mundur ketakutan perhatikan sekitar hutan pinus, makin jelas suara menggeram Abaddon.

"Xel!" habis rasa sabar Sarip.

"Loe mau cari mati?!" __ "Biarin aja gua mati ditangan Inara dan ketiga adiknya!"

Keras kepala Axel tetap saja ingin menjemput kematiannya ditangan keluarga setan itu, Axel tidak peduli dengan Hana makin ketar-ketir cemas wajahnya.

"Gua ngak mau loe mati Xel!" Sarip masih berusaha agar mengurungkan niatnya Axel.

"Loe jangan baperan ngerasa bersalah dan berdosa gitu Xel!"

Hana sudah menghalangi langkah jalan Axel. Sesaat wajah Axel menatap dua sahabatnya itu makin tidak ingin ada kematian diantara mereka bertiga.

"Errrrgggg ... Hauuuuummmm ..."

"Axel ... Sarip ..."

Dari dalam gelap malam tiba-tiba terdengar suara menggeram Abaddon dan seketika muncul membawa terbang Hana berteriak kencang ketakutan.

"Hana ..."

Sarip dan Axel mengejar kegelapan malam, tidak tahu kemana Abaddon membawa terbang Hana.

"Hahhhh! Gara-gara loe Xel!" tuding kesal Sarip pada Axel sedikit merasa bersalah.

"Errrrgggg ... Hauuuuummmm ..."

Keduanya berlari mengejar, hanya mengendalkan suara geraman Abaddon.

"Hana ..." makin panik dan cemas Sarip kembali berteriak sambil berlari susuri gelap malam.

"Keras kepala loe, Xel!" sekali lagi Sarip menuding Axel hanya berlari.

"Gua ngak mau Hana sampai mati! Cuman gara-gara keras kepala loe itu Xel!"

"Prugg!"

Lihat selengkapnya