GHOST FAMILY

Herman Siem
Chapter #24

Kematian Itu Membayar Lunas

Axel dan Inara sudah berdiri ditepian tebing perbukitan, terhampar view rural masih terlihat gelap malam.

Pelukan dua pasang jemari sangat erat sekali menghilangkan rasa dingin angin malam kian terasa basah menyentuh kedua wajah.

Tatapan dua mata begitu sendu penuh arti sebuah kata cinta, deguban jantung ritmenya semakin nyata halus mengirimkan sinyal pada setiap otak kecil untuk tidak lagi jadi pelupa. Bila malam itu, cinta seutuhnya sejak lama memang sudah terjadi, makin sendu dua pasang mata berbinar saling menatap.

"Malam ini dan selamanya brain fog itu tidak lagi membuat otak kecilku akan jadi pelupa Inara. Sejak lama dan detik ini masih ada cinta yang masih bersemayam dalam relung kecilku, tandanya detik ini dan nanti masih ada napas panjang cinta. Aku akan tetap cinta padamu," ungkapan tulus terucap dari bibir basah Axel.

"Kak?"

Ketiga adik Inara sudah berdiri tidak jauh dari mereka berdua berdiri.

"Axel?"

Sarip dan Hana tersenyum melihat dua insan berbeda dunia saling menatap sendu.

"Kata maaf saja mungkin tidak cukup Inara. Kata cinta mungkin lebih membuat hatimu merasa nyaman, bila selamanya hatiku dengan hatimu selalu tetap menyatu," terdengar romantis ungkapan hati Axel.

Semua masih tidak menyadari apa kata ungkapan perasaan Axel pada Inara. Lihat saja mata kaki kanan Axel merem-melek ketakutan ketika tepian kanan telapak kakinya berselimut sepatu kets putih, terlihat terlalu minggir kearah tebing jurang perbukitan.

Hana dan Sarip melempar senyuman pada dua sahabatnya itu, besar harapan hubungan mereka akan selalu bersatu selamanya.

"Mungkin hanya kematian itu yang bisa membayar lunas kesalahanku, padamu dan ketiga adikmu,"

Lihat selengkapnya