Sungguh cinta masih tersisa dalam relung kecil Inara, anak sulung dari ketiga adiknya.
Walau hati Inara masih terlalu ragu untuk tidak melampiaskan dendamnya pada Axel, yang sejak lama sudah dicintainya.
Rasa marah kecewa makin memuncak, walau kejaran Abaddon masih mengancam jiwanya dan ketiga adiknya, tapi pencarian Inara pada pelaku pembunuhan itu makin menjadikan Inara dilemma untuk tidak membunuh Axel, karena pembunuh itu adalah kekasih hatinya sendiri.
Bertolak belakang tidak sependapat ketiga adiknya, bila mereka sudah merasa lelah capek ingin kembali kealam arwah penasaran dan tidak lagi dikejar-kejar ketakutan penguasa alam arwah penasaran. Tapi tetap saja keras kepala Inara masih ingin membunuh kekasih hatinya itu, sebenarnya ia masih mencintai.