GHOST LAWYER - THE SERIES

GAZALI
Chapter #7

Vol I / BAB 7 - Klien Pertama

Raja menatap flashdisk itu hampir satu jam sebelum akhirnya berani mencolokkannya ke laptop.

Ia takut.

Bukan takut pada isinya.

Tetapi takut jika semua ini benar.

Flashdisk itu lusuh. Tutupnya hilang. Badannya lecet seperti sering jatuh. Benda kecil yang tidak lebih besar dari ibu jari. Tapi sejak Harun meletakkannya di atas meja kayu kos Raja, benda itu terasa berat. Lebih berat dari semua berkas kasus yang pernah Raja pegang.

Nadia duduk di ujung kasur. Diam. Menatap flashdisk itu juga. Sejak malam di gang, dia tidak banyak bicara. Seolah dia tahu, begitu Raja membuka benda itu, hidup mereka tidak akan sama lagi.

Raja menghela napas. Tangannya berkeringat. Dia colokkan flashdisk ke port USB.

Laptopnya yang tua mendengung. Lampu indikator flashdisk berkedip merah. Satu kali. Dua kali. Lalu muncul di layar.

DRIVE E: H_S

Raja menggerakkan mouse. Jantungnya berdetak lebih cepat dari monitor IGD kemarin. Klik.

Isinya folder. Bukan video. Bukan rekaman orang dicekik. Bukan foto mayat.

Folder 01_DOKUMEN

Folder 02_FOTO

Folder 03_CATATAN

Folder 04_TRANSAKSI

Folder 05_NAMA

Raja membuka 01_DOKUMEN lebih dulu.

Isinya PDF. Banyak. Scan KTP, scan NPWP, scan surat tugas, salinan kontrak kerja. Ada juga hasil pindai dokumen dengan cap basah PT. KARYA BANGUN PERSADA.

Dia buka satu. Surat Perintah Kerja Pembangunan Jembatan Layang Ringroad Tahap II. Nilai proyek: Rp 47.800.000.000.

Raja mengernyit. Dia pindah ke folder 02_FOTO.

Isinya foto. Bukan foto orang. Foto berkas. Foto tabel. Foto papan proyek yang dipotret diam-diam dari balik pagar. Ada foto halaman buku ekspedisi dengan tulisan tangan. Tanggal, nama, paraf.

Folder 03_CATATAN lebih aneh lagi. Isinya file JPG hasil foto buku tulis. Tulisan tangan rapi, sedikit gemetar.

12/02 - Mandor minta tanda tangan bon kosong. Saya tolak.

18/02 - Semen dikirim 40 truk. Yang masuk gudang cuma 28. Sisa ke mana?

03/03 - Pak D. datang. Marah. Bilang saya kebanyakan nanya.

11/03 - Mereka mulai mengawasi saya. HP saya tiba-tiba restart sendiri.

Raja menelan ludah.

Folder 04_TRANSAKSI isinya spreadsheet. Excel. Daftar transfer. Rekening. Tanggal. Nominal. Ada kolom keterangan: Uang keamanan. Uang koordinasi. Uang tutup mulut.

Folder 05_NAMA hanya satu file. TXT. Isinya daftar. Tujuh nama. Ada jabatan. Ada nomor telepon. Nama pertama: Darma Wijaya - Direktur Proyek.

Raja menutup laptop pelan. Tangannya dingin.

Ini bukan dokumen orang bunuh diri. Ini dokumen orang yang sedang mengumpulkan bukti.

Dia menoleh ke Harun.

Sejak tadi Harun berdiri di dekat pintu kos. Menunduk. Tangannya terkepal. Bekas lebam di lehernya kelihatan jelas di bawah lampu bohlam lima watt.

"Bapak..." suara Raja serak. "Bapak ini... saksi?"

Harun mengangkat kepala. Matanya yang tua menatap Raja. Tidak menjawab. Tapi anggukan kecilnya cukup.

Nadia berbisik, "Raja."

Raja mengerti. Kasus ini bukan tentang orang tua yang putus asa. Ini tentang orang tua yang dibungkam.

 

Pagi hari, Raja ke warnet. Dia tidak mau pakai wifi kos. Tidak mau pakai laptop sendiri.

Dia bayar biling dua jam. Pilih bilik paling pojok.

Ketik: kasus bunuh diri pensiunan proyek medan.

Lihat selengkapnya