Blurb
Sebagai analis keuangan senior, Wulan percaya bahwa setiap angka bisa dijelaskan dan masa lalu bisa dikubur dengan saldo rekening yang memadai. Selama tujuh tahun, ia hidup tanpa cela di Bandung, mengubur dalam-dalam dosa pencurian uang arisan keluarga yang ia bawa lari demi membiayai ambisi pribadinya.
Namun, benteng logikanya runtuh ketika sebuah notifikasi WhatsApp memaksanya masuk ke dalam grup Arisan Keluarga Wangi. Tidak ada admin. Anggotanya berisi nomor orang-orang yang sudah meninggal. Dan di dalam grup tersebut, sebuah fail Excel membawa rincian tagihan utangnya tujuh tahun lalu.
Ini bukan peretasan siber biasa.
Ketika rekening banknya mulai terkuras dengan cara yang mustahil, karir korporatnya hancur oleh jejak auditnya sendiri, dan sebuah memar tak kasatmata berbentuk tali jam perlahan mencekik leher ibunya di kampung, Wulan dipaksa menyadari satu aturan absolut: utang yang satu ini tidak bisa dimanipulasi dengan logika akuntansi.
Terjepit di antara tenggat waktu pemecatan di dunia nyata dan hitungan mundur mematikan dari sistem gaib tersebut, Wulan yang rasional dan dingin kini harus menghadapi "Giliran" penagihannya. Melarikan diri berarti membiarkan ibunya membayar utang itu dengan nyawa, tetapi pulang berarti ia harus menyerahkan diri sepenuhnya pada pembukuan masa lalu yang tak pernah mengenal kata lunas.
Di pembukuan ini, yang dititipkan harus kembali kepada pemiliknya.