Giok Langit

Adidan Ari
Chapter #2

Bab 2 : Hidup Baru

“Makanlah.”

Long Wei menatap ikan setengah gosong itu dengan ketertarikan yang hampir tidak ada, tapi dia tetap menerimanya semata-mata hanya karena nyanyian perut yang tak mau diam.

Yang Feng, kakek bercaping yang telah “menyelamatkan” Long Wei itu memakan ikan bakar jatahnya sendiri. Sambil terus mengunyah, ia melempar satu pertanyaan yang seketika membuat amarah Long Wei datang kembali. “Jadi, apa yang telah kaulakukan sampai hanyut di sungai?”

Pikirannya memutar kembali kenangan tadi malam yang baru saja terjadi. Seperti dipertontonkan persis di depan matanya, ketika ayahnya jatuh ke sungai dalam keadaan tak bernyawa, dan tantangan kedua pendekar besar.

Mata Long Wei menyusuri sungai Bai He lalu melihat sekeliling. Akhirnya dia tahu mengapa tak ada mayat lain yang lewat atau potongan-potongan kapal. Kiranya dia sudah terseret arus yang menuju ke belokan arah tenggara, dan mungkin sekali sisa-sisa pertempuran itu mengarah barat.

“Aku sedang naik kapal, dan diserang para bajak sungai.” Jawaban Long Wei tidak sepenuhnya bohong.

Kakek itu mengangguk-angguk sembari menampakkan ekspresi iba. “Aku Yang Feng, siapa namamu?”

“Long Wei,” ucapnya singkat sebelum menggigit ikan gosongnya.

“Long Wei ….” Yang Feng mengulang beberapa kali agar nama itu tertanam di ingatannya. “Aku menemukanmu hanyut di sini sendirian. Apa kau naik kapal sendirian?”

Long Wei membuka mulutnya. Sebenarnya dia ingin mengatakan bahwa hanya dirinyalah yang selamat. Akan tetapi, mulutnya kembali tertutup. Selang beberapa saat, barulah Long Wei menjawab. “Ya, aku sendirian.”

Yang Feng kembali mengangguk-angguk. “Kau mau ke mana?”

“Laut timur. Seandainya tak ada perampok-perampok sialan itu.”

“Laut timur? Akhir-akhir ini ada kabar burung beredar kalau para bajak laut di sana sedang mengganas.”

Itu aku, orang tua! Tapi mulutnya menjawab. “Aku tahu. Aku tidak pergi terlalu jauh ke laut, hanya ke pesisirnya untuk mengunjungi saudara jauh.”

Yang Feng mengangguk-angguk lagi. “Setelah ini, kau masih mau melanjutkan perjalanan ke sana?”

Kini Long Wei menunduk.

Setelah satu pasukan ayahnya hancur, otomatis Long Wei tak punya tempat kembali. Bajak laut Hantu Samudra adalah rumahnya, tempat ia pulang, dan kini sudah hancur.

Long Wei bertanya-tanya dalam hati, apa dia harus kembali ke pantai timur dan jadi bahan cemoohan para bajak, atau mengembara ke lain tempat untuk jadi apa pun demi melanjutkan hidup. Long Wei segera memutuskan.

“Aku akan pergi ke tempat lain.” Dan tetap menjadi seorang bajak. Dulu bajak laut, sekarang dan seterusnya mungkin bajak darat.

Lihat selengkapnya