Gloom Academy

Za Zlyn
Chapter #7

6. Melanggar larangan

Akhirnya Reina kembali ke gloom academy ketika ia tertidur malam harinya. Hal pertama yang ia lakukan adalah mengamati suasana sekitarnya. Yang itu artinya, mendapati segerombolan anak kelas merah yang keceriaan mereka bak bendungan pecah. Lebih dari itu, topik obrolan mereka adalah sesuatu yang tidak terasa gloom academy.

Hal yang lebih luas dan asing. Tentang dunia luar itu sendiri. Sisi kehidupan nyata mereka.

Mencari pengalaman suasana lebih jauh, rupanya beberapa anak kelas hijau dan jingga juga mengambil tema obrolan yang hampir sama! Terlebih lagi bagi anak jingga.

Reina jadi semakin yakin kalau bukan hanya dia yang bolak-balik dua dunia.

Di sisi lain, Reina mendapati para anak jingga yang tengah sibuk berbincang dengan para Master. Baik satu master untuk satu anak atau satu master yang dikerubuti banyak anak. Intinya, semua anak jingga bersama dengan seorang master.

Reina menggaruk kepalanya sebentar. Jadi ia tidak bisa mengganggu Sumi untuk kali ini. Tunggu, apakah berbincang-bincang dengan Sumi di depan master lain bukan masalah? Dan kenapa kelas merah dan kelas hijau tidak mempunyai sejenis master khusus seperti itu?

Merasa tidak ada tujuan yang perlu ia lakukan. Reina memutuskan kembali ke danau. Entah kenapa, tempat itu menjadi sejenis tongkrongan favorit.

Tidak disangka-sangka, rupanya Reina tidak sengaja menemukan Sumi di sana. Anak itu tengah berdiri di pinggiran danau sendirian. Memandang pemandangan danau yang tenang itu seolah menunggu danau membagi ketenangannya.

"Kau tak suka dengan mastermu?" tanya Reina tiba-tiba hingga langsung membuat Sumi kehilangan keseimbangannya. Untungnya, Sumi tidak tercebur ke danau meski hampir.

Sumi menoleh dan langsung mundur beberapa langkah saat sadar siapa yang mengagetkannya.

Reina mengernyitkan dahinya akan tingkah Sumi tersebut. "Sumi, apa kau takut padaku?"


"Tidakk! " sergah Sumi cepat."Ehmm.. Ma.. Maksudku... Master tidak akan mengizinkan itu. Ma... Maksudnya, aku...aku bertemu dengan...Reina."

Wajah Reina beralih menjadi serius. Meski ucapan Sumi berantakan, Reina cukup yakin apa maksud ucapan Sumi ini. Ia maju selangkah membuat Sumi kelabakan hebat.

"Siapa mastermu?" tanya Reina penuh penekanan. Tatapan matanya menjadi tajam dan serius.

"Ma... master? Master tidak pernah mau dekat-dekat dengan saya," ucap Sumi perlahan menundukkan wajahnya.

"Siapa!" bentak Reina lebih keras.

"Ma... Ma... Master Oke. Eh, salah! Oka maksudnya. Master Oka!" jawab Sumi spontan yang kemudian sigap menutup mulutnya.

Reina menaikkan sebelah alisnya. Merasa lebih bingung dari sebelumnya. Master aneh yang menemuinya beberapa hari lalu? Apa jangan-jangan orang itu juga adalah masternya Reina? Yah, jika anak merah memang punya master khusus.

"Oka—maksudku—oke! Sekarang dimana orang itu," tanya Reina membuat Sumi semakin kelabakan. Namun berkat keteguhan Reina, akhirnya Sumi membeberkan tempat biasanya orang itu berpiknik.

Lihat selengkapnya