Blurb
Sinopsis Singkat:
Jatuh dari lantai 60 tidak mematikan Nova, melainkan membelahnya menjadi dua entitas—Nova Asli dan Nova Palsu yang brutal—di tengah simulasi yang kian hancur. Di dunia nyata, Arfi terjebak dalam krisis identitas mendalam setelah kehancuran hubungannya dengan Kei, trauma masa lalu yang kelam, serta kehampaan jiwa yang membawanya pada pertanyaan tentang takdir dan 'multiverse'.
Melalui ekspedisi sang adik (Sahsha) mengarungi Dunia Perasaan, Dunia Kata, dan Dunia Sampah, rahasia terbesar akhirnya terkuak: ibunya adalah Dewa Pencipta yang sesungguhnya, sementara ayahnya (Dokter Likton) adalah Dewa Naskah Ide. Menyadari bahwa mereka hanyalah fiksi yang dieksploitasi, Arfi harus melakukan konfrontasi terakhir untuk menyadarkan ibunya dan membawa kisah ini menuju akhir yang sunyi (Crìoch sàmhach).
Pengenalan Karakter:
Arfi/Nova Asli: Laki-laki novelis berwajah lelah dengan kelopak mata menghitam yang terjebak dalam krisis identitas berat. Nova Asli yang berambut putih kekuningan dan helaian ping adalah kesadaran murninya di dalam simulasi yang berusaha mencari pertolongan dan kebenaran di tengah hancurnya jiwa mereka.
Nova Palsu (Kloning): Manifestasi dendam dan keperihan hati yang lahir pasca-jatuh dari lantai 60. Sosok liar dan brutal yang memangsa orang-orang di dunia palsu, sekaligus menjadi cermin bayangan dari sang Ibu.
Ibu Arfi: Dewa Pencipta yang sesungguhnya dari seluruh eksistensi dunia simulasi. Sosok yang menghilang di masa lalu dan membawa trauma aborsi, yang meski ditarik ke realitas tetap memilih untuk mati dan menolak diselamatkan.
Ayah Arfi / Dokter Likton: "Dewa Naskah Ide"—sosok otoriter di dunia nyata yang menjelmakan dirinya sebagai pengendali simulasi, penyebab utama mengapa alur cerita dan takdir hidup Arfi selalu berubah-ubah secara konstan.
Adik Arfi (Sahsha): Entitas adik ilusi di dunia nyata sekaligus penuntun di dunia batin. Ia adalah manifestasi dari janin yang **berhasil dihabisi/diaborsi** oleh ibunya di masa lalu. Kelahirannya sebagai "bayangan" di pikiran Arfi lahir dari depresi berat sang ibu dan rasa bersalah Arfi, menjadikannya kunci yang mengeksplorasi Dunia Perasaan, Dunia Kata, dan Dunia Sampah untuk menyatukan memori Arfi.
Kei/Ken: Pacar manipulatif Arfi yang berambut hitam kebiruan. Sosok parasit yang memanfaatkan uang Arfi, menyerang orientasi seksualnya dengan kata-kata kasar, dan menjadi pemicu kehancuran mental Arfi di dunia nyata.
Ilham: Teman sesama novelis berambut cokelat. Sosok yang menjadi konseptor awal cerita pertama (Teddy Bear and Love), tempat Arfi sempat mencari pelarian sebelum akhirnya menyadari ketidakmampuannya mengisi kehampaan jiwa.
Keluarga Khayalan (Tedi Beruang, Lilis Bunga, Jek Alien): Entitas mekanisme pertahanan jiwa (coping mechanism) masa kecil Arfi yang lahir saat sang ibu pertama kali menghilang, menjadi pilar awal pembentuk dunia imajinasinya.
Premis:
Setelah simulasi hancur, terungkap bahwa penderitaan Nova dan keterasingan Arfi berakar dari trauma masa kecil—perpisahan ibu, aborsi, abuse, dan hubungan beracun. Di tengah kekacauan antara realitas, 'multiverse', dan meta-fiksi, Arfi dan dua entitas Nova harus menelusuri tiga alam bawah sadar demi menghadapi "Dewa Naskah" dan menyadarkan sang Ibu untuk menghentikan siklus 'loop' selamanya.