Good Morning, Nova: Teddy bear and Love (series 1)

Oleh: Pikri YAnor

Blurb

Sinopsis:

"Selamat pagi, Nova. Sudah siap menyelamatkan dunia hari ini?"

Nova percaya ia adalah bagian dari 'Tim Zodiac', unit pahlawan elit yang tinggal di sebuah apartemen mewah sekaligus sekolah bagi para "terpilih". Bersama boneka beruang kesayangannya, Tedi, ia berjuang melintasi dimensi 'Interior Reality' demi menumbangkan monster-monster yang mengancam kedamaian.

Namun, ada retakan di langit dunianya. Nova mulai menyadari bahwa setiap pil yang ia telan dan setiap nasihat dari "keluarga imajinasinya" menyimpan rahasia kelam yang disembunyikan oleh para Pengawas. Di tengah krisis identitas yang menghimpit—antara pahlawan yang ia cita-citakan dan pasien yang ia takutkan—Nova dihadapkan pada pilihan mustahil.

Apakah ia akan mematuhi takdir yang dituliskan untuknya, atau nekat menelan 'Sang Pengetahuan Agung (Deterlualis)'? Sebuah tindakan yang berarti ia harus memikul bangkai dewa di dalam jiwanya, tepat di jantung dunia mini yang mulai membusuk oleh korupsi.

Ini adalah awal dari akhir. Sebuah petualangan tentang cinta yang gila, identitas yang terbelah, dan pelukan hangat di tengah 'kiamat logika'.

Pengenalan karakter:
Nova (Vanguard): Protagonis yang terjebak dalam kecemasan akut. Dia adalah korban toxic positivity institusi yang dipaksa tersenyum sambil menelan pil penenang. Kegugupannya adalah tanda bahwa jiwanya menolak realitas yang dipaksakan.

Clara: Sang pemarah yang jutek. Kemarahannya sebenarnya adalah mekanisme pertahanan diri agar tidak ada yang bisa melihat kerapuhannya. Dia adalah api yang membakar dirinya sendiri.

Ilham: Karakter tragis yang fobia terhadap dirinya sendiri (autophobia/eisoptrophobia). Dia mungkin takut melihat cermin karena dia tidak mengenali siapa yang ada di sana, atau takut akan potensi bahaya yang ia simpan.

Ken: Pahlawan dengan kompleksitas "merasa paling benar" (righteousness complex). Dia menindas dan memalak Hiro lain sebagai cara untuk merasa berkuasa di tengah ketidakberdayaannya di bawah kendali institusi.

Sahsha: Si pelamun yang pikun. Dia adalah simbol dari seseorang yang "jiwanya sudah mulai memudar". Melamun adalah caranya kabur dari kenyataan pahit, hingga ia lupa siapa dirinya sendiri.

Premis:
Di balik dinding putih "Akademi", Nova adalah pahlawan pembela kebenaran. Namun, apa jadinya jika musuh terbesarnya adalah kenyataan, dan kekuatannya hanyalah sisa-sisa bangkai dewa yang sekarat?

Lihat selengkapnya