Good Morning, Nova: Teddy bear and Love (series 1)

Pikri YAnor
Chapter #6

Bursa Eksistensi dan Gerbang Putih

"Selamat pagi, Nova. Sudah siap menjadi pahlawan hari ini?"

Pertanyaan itu terasa seperti hantaman palu di atas kaca yang sudah retak. Pagi ini, asrama terasa lebih steril, lebih putih, dan lebih sunyi. Kursi Clara kosong. Tidak ada lagi gumaman jutek atau aura api merah muda yang biasanya menyeimbangkan kegilaan Ken. Dokter Likton berdiri di sudut ruang makan, wajah televisinya menampilkan gambar statis padang rumput yang bergoyang tertiup angin—sebuah ketenangan palsu yang justru membuat bulu kuduk Nova meremang.

Nova menelan buburnya perlahan, merasakan buku hitam di balik bajunya menekan dadanya. Ia tidak lagi melihat Jek Alien atau Lilis Bunga sebagai keluarga. Di matanya, mereka kini hanyalah variabel dalam simulasi "Deterlualis" yang mulai rusak.

Di sekolah, ia bertemu dengan Ilham di belakang perpustakaan. Ilham terlihat lebih hancur daripada saat mereka kehilangan Clara. Matanya merah, dan ia terus meremas ujung lengan jaketnya.

"Nova," bisik Ilham, suaranya bergetar hebat. "Aku tidak bisa lagi. Aku melihat mereka membawa Clara ke 'Bengkel'. Itu bukan bengkel, Nova. Itu tempat penghapusan. Kita harus keluar dari sini. Sekarang."

Nova menatap pintu gerbang sekolah yang biasanya terlihat seperti batas dunia yang tak tertembus. Namun, hari ini, ia merasakan dorongan yang sama. "Ke mana kita akan pergi, Ilham? Di luar sana mungkin lebih buruk."

"Apapun lebih baik daripada menjadi manekin tanpa jiwa," jawab Ilham tegas.

Dengan nekat, mereka menyelinap melewati celah pagar belakang yang tertutup semak berduri. Begitu kaki mereka menginjak aspal di luar lingkungan sekolah, realitas seolah-olah bergeser. Mereka tidak menemukan kota Jakarta yang normal, melainkan sebuah distrik kumuh yang diselimuti kabut tebal berwarna neon.

Tempat itu adalah 'Bursa Eksistensi'.

Di sepanjang jalan, mereka melihat kios-kios aneh dengan lampu kerlap-kerlip yang menjajakan barang-barang yang tidak masuk akal.

"Gender baru! Gender baru! Tersedia dalam spektrum cair atau padat!" teriak seorang penjual dengan wajah yang terdiri dari tumpukan cermin. Di etalasenya, botol-botol berisi cairan warna-warni berlabel 'Masculine-Void' dan 'Femme-Nebula' dipajang seperti parfum murah.

Di kios sebelah, seorang pria bertangan banyak menawarkan potongan-potongan "Jiwa Bekas" yang dibungkus plastik kedap udara. "Perasaan bahagia dosis tinggi! Hanya untuk hari ini! Atau apakah Anda butuh penyesalan untuk menulis puisi? Kami punya stok segar dari seniman yang baru saja menyerah!"

Lihat selengkapnya