Goodbye.

Diyanti Rita
Chapter #2

Bab 2 - Melihat lelaki itu walau hanya sekilas saja

~Flashback~

13 April 2017

"Mau kerja kelompok dimana nih? Males gue ke cafe, nggak ada uang, di rumah salah satu dari kita aja gimana?" Yudea memberikan solusi. Sorot matanya yang sedikit tajam menatap satu persatu temannya. Ada Gea, Nita dan Amel.

Mereka sedang berkumpul di bangku panjang di taman fakultas Teknik Industri Universitas Trisakti untuk mendiskusikan tugas kelompok.

"Gue sih terserah aja, di kosan gue juga nggak papa," ucap gadis muda agak gendut yang berpakaian terlihat paling modis. Dialah Amel.

"Oke juga sih," balas Nita menyetujui gagasan Amel.

"Di tempat lo aja De?" celetuk Gea berbeda pendapat sendiri. Ia buru-buru menyampaikan alasannya ketika ditatap oleh ketiga temannya.

"Maksud gue kan lebih enak di rumah, biasanya rumah Dea kan banyak makanan."

"Hahaha bener juga."

"Sue!" umpat Yudea menimpali.

Gea nyengir menampilkan gigi rapihnya dengan mata yang sedikit menyipit. Tentunya ada alasan yang tidak bisa ia ungkapkan kepada ketiga temannya. Jika jujur tentu membuat Gea malu, terutama pada Yudea.

"Anjir, jadi secara nggak langsung lo menganggap kosan gue nggak ada makanan gitu, Ge?"

"Ya emang kan?" balas Gea santai.

"Huh, miskin banget gue dimata lo emang."

"Hahaha."

Perdebatan Gea dan Amel pada siang hari di taman itu pun membuat Nita dan Yudea tertawa. Mereka terhibur, adakalanya memang Gea dan Amel menjadi seperti kucing dan anjing.

"Oke oke, ke rumah gue, kebetulan di rumah lagi banyak makanan."

***

Rumah Yudea terletak di daerah Jakarta Utara kawasan perumahan elit Pantai Indah Kapuk. Sudah banyak yang mengenal komplek perumahan ini sebagai tempat orang-orang berdompet tebal. Tidak heran Yudea dan keluarganya tinggal disana, sebab Ayahnya merupakan direktur perusahaan Telkom dimana penghasilannya jelas sangat besar. Belum lagi Ibunya juga memiliki usaha di bidang makanan serta kakak pertamanya yang sukses mendirikan perusahaan sendiri di daerah Tangerang.

Sangat komplit dan faktanya memang Yudea sejak kecil tumbuh dengan bergelimang harta.

Sedangkan itu di ruang tamu empat orang gadis sedang sama-sama sibuk di depan laptop masing-masing. Gea dan Yudea duduk di karpet dan meletakkan laptopnya di meja. Nita tengkurap di karpet sedangkan Amel di sofa. Diantara mereka terdapat beberapa toples makanan serta teko beserta empat gelas.

Lihat selengkapnya