Pagi hari yang cerah, jam di dinding sudah menunjukkan angka sembilan. Sedangkan itu di dalam kamarnya, Gea mamatut dirinya di cermin. Ia memoles wajahnya agar tidak terlalu pucat. Sesuai janji, gadis itu akan mengajak Aditya dan Govan jalan-jalan.
Ah, ia masih merasa sedikit kecewa akibat ajakannya tadi malam kembali di tolak oleh Yudio. Tampak beberapa bulan ini Gea merasa sulit mendekati pacarnya sendiri. Sesuatu yang aneh, namun memang adanya.
Lantas gadis itu menghela nafas ketika ingatan tadi malam kembali melintas. Cengeng, pikirnya.
"Udahlah, waktunya bersenang-senang," ucapnya seolah menyemangati tepat di depan cermin yang menampilkan dirinya sendiri.
Mood swing, begitulah Gea. Gadis itu tampak dari luar memang membingungkan sebagian orang. Sikapnya suka berubah-ubah, ceria kadang murung, walau banyak cerianya namun bisa seketika menjadi diam. Tapi beruntungnya, Gea masih bisa mengendalikan dirinya sendiri. Sadar jika di depan banyak orang tidak perlu larut akan kesedihan.
"Kak?"
Suara remaja laki-laki yang memanggil membuat Gea yang baru selesai berdandan segera menoleh. Govan, adik laki-lakinya sudah berada di ambang pintu kamarnya. Wajahnya sedikit mirip dengan gadis itu, memiliki badan yang besar dan tinggi. Namun raut ekspresinya kaku dan dingin.
"Adit kayaknya nggak jadi ikut," ucapnya lagi dan mulai masuk ke dalam kamar. Dia memakai kaos dipadukan dengan jaket serta celana jeans panjang. Lantas Govan segera merebahkan dirinya ke atas kasur milik kakaknya itu.
"Loh kenapa?" Gea sembari memberesi alat-alat make up nya. Dia belum tau perihal Adit yang tidak jadi ikut jalan-jalan bersama mereka.
"Mbak Rini katanya mau pergi ketemu orang."
"Kan memang Mbak Rini mau pergi, tapi nggak bawa Adit kok," kata Gea sembari memasukkan beberapa barang yang akan dia bawa ke dalam tas selempang miliknya.
"Adit mau ikut ibunya, tadi ngamuk ngamuk tuh," sahut Govan.
Remaja tujuh belas tahun itu mulai fokus pada ponselnya. Mengabaikan kakaknya yang berjalan keluar kamar meninggalkan dirinya. Gea ingin memastikan apakah benar yang diucapkan adiknya itu. Namun jika memang benar, tetap tidak mengubah rencana hari ini.
***
"Jadi, Mbak Rini udah punya calon suami ya kak?"
Pertanyaan itu entah berapa kali terlontar dari mulut Govan. Kini mereka sedang berada di IndoCafe yang terletak di daerah Cengkareng Jakarta Barat. Dengan suasana hangat yang kental, IndoCafe selalu ramai dikunjungi, baik pagi, siang atau hampir sore seperti sekarang.
Gea dan Govan tadi sehabis dari Faunaland Ancol. Mereka sejenak berlibur dan menikmati kesejukan alam dengan berbagai binatang di dalamnya. Walaupun hanya berdua, acara liburan mereka tetap menyenangkan dan mengasyikan.
Namun saat jalan pulang, Gea sengaja untuk mampir karena tau di rumah tidak ada siapa-siapa. Sebab Mbak Rini dan Aditya sedang pergi bertemu dengan seseorang yang akan menjadi calonnya. Dan Govan pun setuju, sebab dia juga bosan berada di rumah.
"Iya, kan kakak udah bilang tadi Van, tapi ya belum tau kapan pastinya Mbak Rini mau menikah," jawab Gea terdengar memaklumi.