Goodbye.

Diyanti Rita
Chapter #6

Bab 6 - Rasa kecewa seakan kian menganga

"Baru sarapan, Ge?"

Suara Mbak Rini yang tiba-tiba masuk memecah kesunyian di ruang makan. Gea yang sedang sarapan kesiangan di salah satu kursi ujung mendongak, memperhatikan Mbak Rini yang sedang meletakkan keranjang belanjaan di dekat kulkas.

"Adit mana Mbak?" Tanya Gea setelah sadar bahwa Mbak Rini hanya sendirian.

Pasalnya ia baru bangun tidur pukul sembilan. Dan ketika keluar kamar semua orang sudah tidak ada. Govan pastinya sudah berangkat ke sekolah sedangkan Mbak Rini sedang berbelanja saat Gea menelepon. Ia pikir Mbak Rini membawa Adit, ternyata tidak.

"Main ketempat neneknya."

Mendengar jawaban Mbak Rini, Gea lantas mengernyitkan dahinya.

"Mereka sudah akrab apa mbak?" tanyanya kemudian. Sebab yang Gea tau, Aditya susah sekali akrab dengan orang baru yang belum terlalu ia kenal. Bahkan dengan Gea dan Govan dulu, butuh hampir satu bulan barulah bocah tiga tahun itu mau digendong dan diajak bermain.

"Aku juga heran Ge," jawab Mbak Rini sambil memasukkan berbagai bahan masakan ke dalam kulkas. "Minggu kemaren mereka baru bertemu dan sekarang Adit udah akrab banget sampe ditinggal Mamanya nggak nangis."

Gea menggelengkan kepala. Ajaib, batinnya.

Memang sudah seminggu berlalu ketika Govan dan Gea menikmati weekend berdua dan Mbak Rini mempertemukan Adit dengan seseorang yang akan menjadi calon ayahnya. Banyak cerita yang berlalu begitu saja, seperti Gea yang tengah sibuk dengan kerjaan freelance nya dan Mbak Rini yang tampak lebih cerah dan berseri seri dibanding sebelumnya.

Gea lantas tersenyum saat memperhatikan ART nya itu yang sedang memberesi belanjaan. Ia kembali menyuapkan sarapan kesiangannya, sebenarnya Gea merasa senang bahwa orang-orang terdekatnya bisa menemukan kebahagiaan.

"Kamu tau Ge, aku ngerasa beruntung banget ketemu Mas Dani," ucap Mbak Rini selepas membuang beberapa kantong plastik yang tidak terpakai ke tong sampah. Ibu muda itu kemudian meletakkan dua botol minyak ke lemari pantri. Kemudian membereskan kembali belanjaan yang masih berserakan.

Omong-omong, Mas Dani adalah calon suami Mbak Rini. Gea belum pernah bertemu, namun ia sudah banyak mendengar mengenai Mas Dani dari cerita yang selalu disampaikan Mbak Rini.

"Orangnya baik, sabar dan yang paling penting bisa nerima keadaan ku yang sudah punya anak."

Gea lantas mengangguk-angguk. Setuju atas ucapan ART yang sudah menjadi kakaknya itu.

"Kamu tau sendiri lah Ge, perempuan kayak aku ini udah nggak bisa mengharapkan lebih tentang cinta seperti itu, udah lewat umurnya," lanjut Mbak Rini sembari mencuci tangannya di wastafel. Ia sudah selesai memberesi belanjaan.

"Ya nggak gitu lah Mbak, semua perempuan ya sama, punya harapan tentang cinta dan pasangan yang bisa membahagiakan," sanggah Gea sembari menyuapkan nasi terakhirnya.

Lihat selengkapnya