Rumah makan yang dibangun dengan konsep bambu di tengah pusat kota tentu menarik minat orang-orang metropolitan yang sudah sangat bosan dengan gaya modern kota. Terlebih di sekelilingnya terdapat banyak pepohonan yang tumbuh menambah kesejukan udara yang alami. Sehingga orang-orang menjadi betah singgah untuk mencicipi makanan yang disajikan.
Menu makanan yang ditawarkan pun cukup terkenal dengan cita rasa enak dan mendapat rating tinggi di suatu aplikasi pesan antar makanan online.
Mengusung gaya nusantara khas dengan bangunan pendopo, MinaRA Resto pernah viral dan hingga kini masih ramai dikunjungi.
Food vlogger terkenal yaitu Yudea Pramuswari Adisti yang awalnya mengunggah review makanan enak MinaRA Resto. Bahkan meski sudah satu setengah tahun silam, pemilik resto tetap tak melupakan jasa seorang Yudea, yang merupakan salah satu sahabat baiknya.
"Gimana? Enak kan De?" Sorot wajah wanita tambun itu tengah harap-harap cemas menunggu respon dari Yudea di depannya. Melihat itu tentu Gea yang duduk diantara mereka lantas mencebikkan bibirnya. Padahal sejak tadi dia telah mengatakan bahwa bebek panggang yang menjadi menu terbaru MinaRA Resto cukup enak.
"Enak, Mel. Tapi gimana ya." Yudea seperti biasa, menilai-nilai dengan wajah sok serius.
"Udah deh, nggak ada tapi-tapian. Emang enak kok, kalau Yudea bilang nggak enak butuh dioperasi lidahnya." Gea menimpali.
Gadis itu mengedikkan bahunya kala dua pasang mata langsung menatapnya. Ia pun mengabaikan kedua sahabatnya itu setelah ada notifikasi pesan masuk. Gea mulai sibuk berkomunikasi dengan Nita yang masih dalam perjalanan. Sahabatnya itu juga tak lupa mengeluh atas sikap bosnya yang semena-mena.
Akhirnya baik Yudea, Amel, Gea dan Nita bisa menghabiskan sedikit waktu untuk berkumpul kembali. Tentu saja setelah sekian lama rencana yang tak pernah berhasil akibat jadwal kesibukan masing-masing. Beruntung pada sore menjelang petang dipenghujung weekday ini mereka bisa berkumpul kembali di MinaRa Resto milik Amel.
"Aih, Nita sampe mana sih Ge? Kayak kosnya di Jogja aja?" Amel setelah puas mendengar kata 'enak banget' yang diucapkan Yudea mulai mengeluh. Sedangkan itu Yudea masih menikmati menu testing yang diberikan Amel tadi. Food Vlogger itu telah berjanji akan mempromosikan menu baru dari MinaRA Resto.
"Lagi di jalan. Biasalah, katanya Bosnya cari gara-gara lagi, mendadak dapet kerjaan mepet jam pulang."
"Lah, betah banget dia jadi cungpret," komentar Yudea setelah menghabiskan menu testing bebek panggang.
"Gajinya gede wey jadi Sekretaris Direktur." Gea membalas.
"Halah gedean juga gue," ucap Yudea kembali dengan gayanya yang sombong. Bahkan ia mengibaskan rambutnya setelah mendapat sorakan Amel dan Gea.
"Fakta dong. Maaf maaf aja nih, Yudea Adisti, food vlogger nomor satu di Indonesia."
Bukannya reda Yudea semakin menjadi-jadi. Lantas dia terkekeh atas respon muak Gea dan Amel, yang secara bersamaan kedua sahabatnya itu pura-pura muntah dihadapannya.
Beruntung, orang yang sedang mereka tunggu datang menghampiri pada akhirnya. Alhasil obrolan keempat sekawan itu berganti arah sembari menikmati hidangan yang sudah disajikan.
"Oh iya, katanya lo kerja bareng Sakti kan, Ge?"
Gadis dengan perawakan lebih kurus dengan pipi tirus yaitu Nita, bertanya setelah Amel pamit sejenak untuk bertemu dengan anaknya yang baru diantar oleh pengasuhnya karena rewel ingin bertemu dengan kedua orang tuanya yang masih bekerja.
Amel memang sudah menikah tiga tahun yang lalu setelah satu tahun mendapatkan gelar sarjana. Ia masih menjadi satu-satunya dalam circle pertemanan mereka yang menyandang gelar kasta tertinggi yaitu laku. Gea belum bisa dianggap laku karena posisinya masih rawan, sedangkan Nita dan Yudea masih jauh dari kasta laku karena masih jones.