Blurb
Di kedalaman Lembah Lumut, rimba bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ujian kesetiaan.
Arkan, seorang jagawana berhati baja namun penuh belas kasih, tak pernah menyangka takdirnya akan terikat dengan Guntara—seekor harimau Sumatera penguasa kanopi yang terperangkap dalam jerat seling baja buatan manusia. Berawal dari luka nanah dan tetes ramuan daun sungkai di Goa Tirta Sunyi, lahir sebuah ikatan batin melampaui batas naluri: sebuah frekuensi jiwa antara manusia dan predator puncak.
Namun, ketenangan belantara terancam oleh deru gergaji mesin dan asap mesiu sindikat pembalak liar pimpinan Durgala. Di tengah badai taktis, jebakan lumpur hidup, dan dinding api yang melahap Hulu Sungai Mas, Arkan dan Guntara harus berdiri bahu-membahu. Mengandalkan Lensa Pengamatan Ganda—dari ketajaman herbalisme manusia hingga penciuman infrasound sang harimau—mereka bersumpah untuk mempertahankan sisa surga terakhir di bumi.
Ketika pengorbanan tertinggi menuntut batas kesucian hati, sanggupkah ikatan batin ini bertahan hingga fajar keabadian di Puncak Hening?
Sebuah mahakarya fiksi ekologis tentang cinta, keberanian, dan pengorbanan mutlak demi menjaga denyut nadi rimba.