GURITA KOTA

Indra S Miraj
Chapter #1

PROLOG: YANG PERNAH ADA

Dua belas tahun lalu

Satria tidak ingat kapan tepatnya ia mulai membenci sistem itu.

Yang ia ingat adalah cara Pak Surya pertama kali berbicara kepadanya, di sebuah warung kecil yang tidak ada namanya di pinggir jalan yang tidak ada di peta mana pun, tiga belas tahun lalu ketika Satria masih cukup muda untuk meyakini bahwa kebenaran adalah sesuatu yang bisa dikejar dengan cukup tekad.

"Sistem ini tidak bisa diperbaiki dari dalam," kata Pak Surya waktu itu, memegang cangkir kopi dengan dua tangan, cara memegang yang sama persis yang ia ajarkan kepada Satria bertahun-tahun kemudian dan yang tanpa sadar akan diwarisi oleh orang-orang yang Pak Surya bentuk. "Satu-satunya cara adalah dari bawah. Dari orang-orang yang sudah tidak punya apapun untuk ditakutkan."

Satria waktu itu bertanya, "Kenapa saya?"

Pak Surya menjawab dengan cara yang tidak menjawab: "Karena kamu masih marah."

-----


Yang mereka sebut Garuda Manggala ketika itu belum punya nama. Ia hanya ada sebagai pola, sebagai gravitasi yang tidak kelihatan tapi bisa dirasakan dalam cara kebijakan tertentu selalu menguntungkan pihak yang sama, dalam cara nama-nama tertentu tidak pernah muncul di persidangan mana pun meski bukti menunjuk ke mereka, dalam cara setiap presiden yang berbeda selalu berakhir pada kebijakan yang sama persis dengan presiden sebelumnya.

Pak Surya sudah menghabiskan dua puluh tahun memetakan gravitasi itu.

Satria bergabung dengan keyakinan yang utuh dan cara pandang yang belum cukup kotor untuk mengenali betapa naifnya keyakinan yang utuh.

-----


Ada Ratih.

Satria tidak sering menyebut namanya sekarang. Bukan karena ia lupa. Tapi karena ada nama-nama yang terlalu berat untuk diangkat setiap hari dan tetap bisa berjalan.

Ratih adalah orang yang berbicara dengan cara yang membuat Satria merasa seluruh kebisingan dunia bisa diturunkan volumenya hanya dengan mendengarkan. Rekan di jaringan Pak Surya, analis yang lebih tajam dari siapapun di kelompok itu, dan satu-satunya orang yang pernah membuat Satria mempertimbangkan kemungkinan bahwa ada versi hidupnya yang tidak harus dihabiskan di dalam kegelapan.

Mereka tidak pernah sempat membicarakan kemungkinan itu dengan serius.

Operasi pertama yang besar, operasi yang seharusnya menjadi pembuka dari serangkaian gerakan yang Pak Surya rencanakan selama bertahun-tahun, berakhir dalam dua belas jam. Bukan karena rencananya buruk. Tapi karena seseorang berbicara kepada orang yang salah, dan Garuda Manggala sudah mendengarnya bahkan sebelum operasi dimulai.

Ratih adalah yang pertama ditemukan.

Satria tidak ada di sana ketika itu terjadi. Ia baru tahu dua hari kemudian, dari seorang kurir yang menyampaikan kabar dengan wajah orang yang sudah terlatih untuk tidak menunjukkan apapun dan gagal di satu momen kecil, ketika matanya tidak mau bertemu mata Satria.

Cukup. Itu sudah cukup untuk Satria mengerti.

-----

Lihat selengkapnya