Jika sebelumnya Aku mengatakan SD yaitu Sekolah Dasar sebagai tempat yang sebenarnya cukup kelam bagi-ku. Tidaklah begitu dengan Do’a-ku yang Tuhan jawab sejak Aku masuk dan duduk di bangku sekolah tingkat SMP.
Untuk awalan masuk gerbang sekolah dan dihari pertama memang rasanya tidak ada yang berbeda juga jika dibandingkan dengan saat Aku Sekolah Dasar. Karena untuk awalan di Sekolah Menengah Pertama, Aku juga mendapatkan perlakuan yang tidak berbeda jauh pula dari saat SD. Rasa syukur-ku bisa masuk kedalam sekolah Negeri di salah satu Sekolah di Jakarta yaitu, SMPN 16 yang bertempat di palmerah.
Setelah dalam beberapa hari Aku mendapatkan perlakuan yang sama dari beberapa teman-ku yaitu, hanya hinaan, membuat salah satu di antara sekian banyak siswa merasa iba pada-ku. Dan saat itu pula Aku mengatakan, “ternyata ditengah – tengah orang jahat, masih ada juga orang baik.”
Pertemuan itu bermula saat Jam istirahat disekolah-ku, dengan sebuah tanda bunyi bel sekolah. Dan jika anak – anak murid lain saat istirahat pergi menuju kantin untuk membeli makanan, minuman, atau jajanan lain-nya, tidaklah begitu dengan-ku. Aku hanya bisa menahan lapar sampai pulang, dan makan bersama Ayah-ku dengan dikelilingi debu, pasti, batako dan tentunya, aroma keringat yang sangat tidak sedap. Tapi Aku tidak masalah dengan hal tersebut karena Aku sudah terbiasa.