Hadiah dari TUHAN

Rizky Ade Putra
Chapter #10

Harus saling menghargai.

Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup-ku pada saat masa kecil itu, Aku merasakan hal yang benar – benar sangat membuat-ku bahagia. Bukan karena Aku bisa naik mobil yang mewah dengan seorang supir yang akan mengantarkan Kita kemana saja. Bukan pula karena Aku bisa berjalan – jalan di mall besar, nyaman, dan dibelikan sepatu oleh Dania. Akan tetapi, Dania sendirilah yang membuat-ku bahagia.

Entah sudah berapa kali Aku bersyukur atas Tuhan yang telah mengkaruiayi teman sebaik dan sedermawan Dania. Cantik, kaya, namun tetap pada sifat yang memang seharusnya semua manusia berlakukan, yaitu rendah hati.

Dengan selama perjalanan pulang yang juga di antarkan oleh Dania dan Pak Ujang yaitu seorang supir pribadi dari keluarga-nya, tanpa rasa malu Aku menceritakan pada Dania betapa hebatnya Ayah-ku. Karena untuk apa Aku malu?, sedang Ayah-ku dengan bangganya memiliki anak seperti-ku.

Jujur pada saat sebelum bercerita, Aku sangat takut jikalau Dania akan menghindar dan tidak ingin berteman dengan-ku yang hanya seorang anak miskin. Tapi sekelibat fikiran jelek-ku tersebut di hantam mundur oleh sikap Dania yang sejak awal mulai Aku perhatikan. “ahh tidak mungkin, Dania berbeda dari anak perempuan lain. Tidak sombong dan tidak suka merendahkan orang lain.” Ucap-ku dalam hati.

Lihat selengkapnya