Setelah kurang lebih 2 jam Aku dalam perjalan arah pulang, dengan Dania yang bersedia untuk menghantarkan Aku kembali ke Istana Gubuk-ku, Kami pun sampai dengan Aku yang langsung disambut oleh Ayah-ku yang bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah. Tapi, saat Dania menghantarkan-ku, terlihat sangat jelas di wajah Dania bahwa, tidak ada rasa Ia merendahkan tempat tinggal-ku. “Dania.. makasih yaa..” balas Dania yang juga melambaikan tangan-nya. “Sampai ketemu besok disekolah lagi Fajar.” Teriak-nya dari dalam mobil dengan kaca yang terbuka.
Entah apa yang dilakukan, dikatakan, atau wajah yang dipasangkan oleh teman – teman lainnya jika mereka datang langsung ketempat dimana Aku berlindung dari hujan.
Dan saat baru saja Aku turun, Dania yang juga baru saja pergi pulang dengan mobil-nya, Ayah yang sudah menunggu-ku itu pun langsung melihat ke arah-ku dengan tatap yang Aku kira marah. “Ehemm.. Ternyata langit-nya lagi berbintang nih, hahahaha.” Ledek Ayah. Lanjut-ku, “Baik kan Yah Dia?” tanya-ku.
Ayah-pun tidak menjawab pertanyaan-ku yang menanyakan apakah menurut-nya Dania baik atau tidak, melainkan, “Itu siapa?, Dengan Aku yang menjawab dengan sedikit ejekan pula, “Dihhh Ayah tuli niih.. tadi kan Aku bilang Terimakasih Dania.” Dengan kepala Ayah yang mangguk – mangguk, “Oalah nama-nya Dania... Pasti baik ya anak-nya.”
Ayah-mu memang seperti itu, terkadang – kadang lupa-nya disengaja atau kadang juga memang benar – benar lupa. “Huftt... Baik banget Yah, beda dari teman – teman lain yang selalu menghina-ku.”, Lalu dengan kompak Kami menyuarakan yel – yel yang Aku buat dengan Ayah untuk setidaknya menghilangkan rasa sakit hati Kami apabila ada yang menghina. “Karena hinaan, adalah pujian yang sebenarnya. Hahahaha ” Kedua tangan Kami yang satu sama lain saling menepuk. “Yokkk masuk, mandi... makan, habis itu belajar. “Siap boskuhhh..” Dengan gaya hormat-ku pada Ayah.
Aku dan Ayah-pun pun masuk ke dalam suatu tempat yang sebenarnya tidak layak untuk disebut rumah, dan seperti yang Aku katakan tadi yaitu, sebuah Gubuk. Sebuah Gubuk yang tapi saat Aku sudah berada di dalam-nya merasa sedang di dalam istana.