Hadiah dari TUHAN

Rizky Ade Putra
Chapter #12

Ingat, itu hanyalah titipan saja. Bukan milik-mu seutuhnya.

Esok hari pun tiba dengan Aku dan Ayah yang melakukan kegiatan masing – masing seperti biasa. Aku yang pergi kesekolah, lalu belajar dengan sungguh – sungguh, dan Ayah pun yang pergi bekerja ke tempat kerja-nya yang selalu berpindah – pindah karena bekerja sebagai kuli bangunan.

Hari itu dengan penuh percaya diri, Aku memakai sepatu yang baru saja Dania belikan pada-ku kemarin sore. Bagaimana Aku tidak bisa percaya diri sedangkan, sepatu yang dibelikan Dania selain mahal juga, sepatu yang beberapa teman – temanku inginkan. Ini dia yang disebut, “satu kali mendayung, 2 sampai 3 pulau pun terlampaui, hahahaha.”

Tapi tetap saja, walaupun Aku sudah percaya diri dengan mengenakan sepatu baru yang juga bagus, lain hal jika Aku yang memakai. Aku tidak mengerti mengapa teman – temanku terlalu sibuk mengomentari hidup-ku yang memang Aku akui miskin. Dengan ucapan mereka yang selalu saja membuat-ku merasa serba salah.

Jika sebelumnya Aku memakai sepatu butut dengan lubang yang sudah bisa memperlihatkan sedikitnya jari kaki-ku, Aku mengira saat Aku mengenakan sepatu baru yang bagus tidak akan dihina lagi. Tapi ternyata memang takdir hidup-ku memang untuk di hina.

Bahkan, setelah Aku memakai sepatu baru, hinaan mereka semakin lebih tajam terasa di hati-ku. Aku yang sebelumnya memakai sepatu gembel dihina orang miskin, dan saat Aku memakai sepatu bagus Aku justru dihina sebagai maling. Dengan berbagai iringan suara yang silih berganti berusaha memasuki telinga-ku, “Pasti sepatu boleh ngambil tuuhh... udah miskin, maling juga, Ya Allah ampuni anak ini.”

Lihat selengkapnya