“(Teng nong.. Teng nong.. Teng nong..)” Suara bel yang menandakan waktu istirahat.
Suara yang sangat dinanti – nantikan oleh seluruh siswa yang ada disekolah-ku atau bahkan, seluruh murid yang ada diseluruh dunia, yaitu bel istirahat pun berbunyi. Seluruh wilayah secara serentak pun menggantikan suara setiap guru yang mengisi materi pembelajaran di tiap kelas masing – masing pula. Suara tersebut digantikan oleh sebuah tanda bel dan akhiri dengan suara buku yang terutup, “Plakk.”
Seperti yang tadi Dania katakan bahwa istirahat nanti Ia mengajak ke sebuah taman sederhana yang berada di dalam sekolah-ku. Entah hal apa lagi yang akan dibicarakan atau dilakukan oleh Aku dan Dania. Yang pasti, jika Aku ingin mnegetahuinya, tentu Aku harus mendatangi-nya bukan?. Dengan Aku yang sudah selesai memasukkan beberapa buku-ku yang berada di atas meja, dan setelahnya Aku langsung turun menuju taman, yang pastinya mendatangi Dania terlebih dahulu ke kelas-nya.
Keluar-ku dari dalam kelas dengan suara gemuruh langkah kaki para siswa lain, membuat suasana menjadi sebuah ciri khas. Dan jika di dengar secara seksama, beberapa siswa pun mengeluarkan suara namun, suara itu tidaklah keluar dari mulut-nya. Suara yang sangat unik dan lucu yang dibuat oleh perut setiap siswa yang sudah sangat kelaparan. “Kruuukkk...”
Ternyata, baru saja saat Aku keluar kelas dan menghadap ke arah kelas Dania, Ia pun sudah menunggu-ku dengan terlihat pada-ku tangan-nya yang membawa kotak bekal makanan. “Dania...” Teriak-ku pada-nya dari depan kelas dengan sebelah tangan yang Aku angkatkan. “Heii Jar..” Sahut kembali Dania atas panggilan-ku yang setelahnya Aku langsung berjalan menghampiri-nya.
“Gimana?, jadi ke taman sekolah?” Tanya-ku pada Dania yang bersangar pada tembok penyanggah. “Yajadi lah.. memangnya selain ke taman mau kemana lagi?” ucap-nya yang melihat ke arah-ku. Dengan mata-ku yang melihat ke arah tempat makan yang Dania bawa, “Ehh itu bekal makanan?”. Jawab Dania yang menanyai-ku kembali, “Iyaa, kamu mau?”. Dengan cepat Aku pun menjawab, “Yamaulah, hahahha..” Pungkas-ku dengan Dania yang langsung berkata, “Yeehh... Yaudah ayoo ke taman.” Pungkas-nya yang setelah itu Aku dan Dania pun langsung menuju taman sekolah yang berada di halaman depan dekat gerbang.
Karena memang sekolah-ku lumayan cukup besar, jadi jalan yang Aku dan Dania tempuh dengan melewati lorong sekolah menuju taman pun cukup jauh untuk ukuran dalam sekolah. “Ehh Dan.. “ Ucap-ku yang dijawab oleh Dania, “Kenapaa??”. Lanjut-ku, “Bekal makanan-mu itu emang apa isinya?” Dengan Dania yang menoleh pada-ku sembari berjalan, “Ohh ini.. ini ayam bakar buatan Mamah-ku.. kenapa emangnya?” Tanya Dania kembali yang kemudian Aku jawab, “Ohh Ayam.. Aku kira daging B2.” Ucap-ku dengan sebelah alis yang naik. Dania pun memasang wajah bingung dan langsung menanyakannya pada-ku, “B2? B2 itu apa?” Tanya Dania dengan Aku yang menjawab dan mendekatkan mulut-ku ke telinga-nya untuk berbisik, “BA-BI, Hahahaha.”