Tidak lama waktu untuk Aku dan Dania menghabiskan makan dari masing – masing makanan kami. Makanan yang pada hari itu mengikuti kemauan dari Pak Ujang. Sepertinya, hanya Dania-lah seorang majikan, yang mau mengikuti selera makan dari supir pribadinya. Tapi untung saja saran Pak Ujang benar dan tidak mengecewakan. Gado – gado yang katanya adalah kesukaan Pak Ujang, ternyata memang sangat enak dan berhasil membuat-ku dan Dania sampai tidak berbicara satu sama lain. “Grooakk.” Dania bersendawa dengan Ia yang mencoba membungkam mulut-nya karena malu pada-ku.
Saat Dania bersendawa tepat di hadapan-ku, Dania pun langsung sedikit melirikkan mata-nya ke arah-ku yang padahal tidak berkomentar apapun. “Hehehehe, Maap..” Ucap-nya dengan tersenyum kecil. Aku pun mencoba memberitahukan Dania pada suatu hal. “kalau kita bertahak atau yang biasa disebut bensendawa setelah makan, tandanya kita itu sudah kenyang.” Dania yang langsung ber-ujar, “Teruss?”. Lanjut-ku, “Harusnya, yang kita ucapkan setelah itu Alhamdulillah.. bukannya minta maap.” Sembari Aku melipat dan merapihkan bekas bungkus makan gado – gado.
Setelah Aku memberitahukannya perihal tersebut, Ia pun langsung mengucapkan, “Alhamdulillaaahhh...” dengan aku yang lansung mengatakan, “Dihh.. malah dibercandain. Dosa lohh kamu nanti..” Degan wajah yang dipaksa cemberut, Dania berkata, “Yehhh.. salah lagi aja..” Lanjut-nya. “Yaudah, sekalian ikut Aku ke dapur. Aku ambil Air minum, kamu buang itu.” Dengan Aku yang menjawab dengan sedikit ejakan pada-nya seperti di sekolah. “Baiiikk Nyonya Dania.. hahahaha.” Pungkas-nya, “Reseeee...” yang langsung pergi ke dapur dengan Aku yang mengikuti-nya dari belakang.
* * *
Setelah selesai makan, minum, dan mengucapkan “Alhamdulillah”, Aku dan Dania pun kembali ke ruang tamu yang kemudian dengan Aku yang mengajari Dania. Sesuai permintaanya pula, bahwa hari itu Dania minta di ajari mata pelajaran Matematika.
Cukup sulit memang mengajarkan Dania pelajaran Matematika. Bukan karena Dania bodoh atau mungkin dengan bahas yang lebih lembutnya, Dania kurang cepat tanggap dalam menyerap materi. Tapi yang membuat-ku sedikit kesulitan mengajari-nya pelajaran Matematika adalah, karena Ia tidak menyukai Matematika.
Menurut-ku, perihal tersebut sangatlah berpengaruh dalam manusia menjalankan apapun. Karena, sesulit apapun yang kita lakukan, tapi jikalau kita menyukai dan senang menjalaninya, maka Kita pun akan dengan mudah menemukan jalan keluar, solusi, atau garis akhirnya. Tapi sebaliknya, sepintar apapun orang, kalau tidak suka menjalani suatu hal, pasti Ia akan kesulitan menemukan jalan keluar-nya karena memang tidak dalam menjalani hal tersebut.