Hadiah dari TUHAN

Rizky Ade Putra
Chapter #27

Terimakasih Bel sekolah. Aku berhutang pada-mu.

Setelah Aku melewati gerbang sekolah, menuju arah dalam dan lanjut menyusuri lorong yang sangat sudah Aku kenali aroma-nya. Dengan sapa, ejakan, dan hinaan yang entah kapan kunjung hentinya. Entah apa yang terjadi pada hari itu seolah menjadi hari yang paling buruk dalam hidup-ku. Lebih buruk jika dibandingkan dengan seorang anak kecil yang melihat ayah-nya di hina dan direndahkan. Aku ingin mengetahui tentang, kapan terakhir kali dunia ini mendapatkan kebersihan yang supranatural.

Hinaan yang mereka lontarkan dengan begitu cepat, tanpa berfikir, seolah itu menjadi sarapan sehari – hari mereka. Hinaan yang mungkin saja tidak hanya menjadi sarapan, atau bahkan lanjut menuju makan siang ataupun makan malam. Aku juga ingin tahu, berapa banyak dari sekian milaran orang yang ada didunia ini yang merasakan hal sama seperti-ku. Entah itu melebihi sakit yang Aku rasakan, atau mungkin hanya mendapatkan siksa segelintiran.

Dan pada hari itu, satu sapaan yang terdengar lembut ditelinga para bedebah amatiran namun, sangat kasar terasa ditelinga-ku. “Fajar...” Sapa Dania pada-ku dengan wajah ceria-nya, seolah semuanya sedang baik – baik saja. Ya benar, tidak salah jika Dania menganggap semua sedang baik – baik saja. Karena memang Ia tidak tahu – menahu perihal yang Aku rasakan. “Dasar, orang kaya yang bisa dengan mudahya mengambil milik orang lain.” Ucap-ku dalam hati saat mendengar Dania menyapa-ku pagi itu, pun wajah yang sangat marah.

Dania secara tidak langsung telah merenggut kebersamaan-ku dengan Ayah, dan Dania berhasil melakukan-nya. Hanya dengan Dania yang membelikan-ku sepatu, Aku bisa dengan mudahnya meninggalkan seseorang yang telah memberikan-ku seisi dunia ini. “Aku benci kamu Dania.” Ucap-ku kembali dalam hati dengan langkah kaki yang terus melangkah menuju dimana kelas-ku berada.

Lihat selengkapnya