Hadiah dari TUHAN

Rizky Ade Putra
Chapter #33

Aku sangat membenci-nya

Hari itu, adalah hari yang mungkin Aku fikir menjadi hari terkahir-ku berbicara dengan Dania. Aku yang sangat benar – benar sangat hati dan membuat Aku menjadi tidak perduli lagi pada-nya soal pejaran yang Ia mengerti atau tidak. Dan pada saat Aku pulang, Aku pun langsung mencuci sepatu yang Dania berika pada-ku. Dan keesokan hari-nya Aku pun langsung mengembalikkan pada-nya dengan cara yang mungkin tidak terlalu sopan.

Aku yang hanya meletakkan sepatu itu dengan konsisi yang memang masih bagus dan begitupun dengan kotak pembungkusnya. Karena memang, sepatu itu hanya baru beberapa hari saja. Dan Dania benar – benar terlah berhasil membuat-ku merasakan segala hal dari apa yang ia lakukan hanya dalam kurun waktu yang sangat amat singkat. Dania berhasil membuat-ku merasakan kenyamanan dari suasan persahabatan. Dania berhasil membuat-ku merasakan bagaimana caranya mengasingkan kesepian. Pun sekaligus Dania membuat-ku merasakan sakit hati yang sangat teramat sakit, dan belum pernah Aku rasakan sebelumnya.

Dania yang sebelumnya Aku kira hanya berdiam diri pun ternyata memiliki usaha untuk bagaimana cara Ia menghilangkan rasa sakit yang telah Ia goreskan kepada-ku. Saat malam setelah sore harinya Aku dan Dania sangat amat kontra, dengan Aku yang penuh deruh air mata pula. Dania yang mengetahui rumah-ku, mendatangi-ku dengan Ia di antarkan oleh Pak Ujang.

Lihat selengkapnya