Blurb
Sejak kecil, Benua tidak pernah benar-benar memiliki rumah untuk pulang. Ia tidak pernah ada di tempat di mana ia bisa diterima dengan apa adanya.
Sampai suatu hari, ia dipertemukan dengan seorang anak kecil yang terus memanggilnya "abang". Pertanyaan sederhana seperti "Mama sama Ayah kapan pulang?" yang berulang setiap kali anak itu terbangun, perlahan membuat Benua mengerti mengapa ia ada di antara mereka.
Alam tidak hanya mempertemukannya dengan Sasmita. Namun, di antara luka-luka yang belum sembuh, ia menghadirkan sesuatu yang tidak pernah Benua miliki sebelumnya—alasan untuk tetap bertahan sebelum waktunya tiba.
Di sisi lain, Sasmita yang tumbuh dalam hangatnya kasih sayang, harus belajar memahami seseorang yang tidak pernah benar-benar mengenal arti rumah seperti apa. Perbedaan mereka membuat segalanya tidak mudah. Ada jarak, ada pertengkaran, dan ada banyak hal yang tidak bisa disatukan begitu saja.
"Tolong, bertahan sekali lagi, ya!"
Karena, pada akhirnya, rumah bukan tentang kesempurnaan. Melainkan membangun arti kehidupan.