Blurb
Di tengah krisis moneter, seorang aristokrat kaya, pemilik Kebun Induk yang mula-mula dikembangkan oleh para ilmuwan pertanian dan dikelola Kelompok Tani Bumi Syahdu demi kesejahteraan rakyat kecil, menyewakan lahannya kepada seorang ahli teknik pertanian. Namun, kepercayaan itu berubah menjadi bencana ketika sang penyewa menunjukkan wajah aslinya: tamak, congkak, dan kejam.
Ketika para utusan sang pemilik datang untuk meminta hasil panen bagi kaum miskin, mereka justru dianiaya. Dibutakan oleh ambisi, sang penyewa kemudian berusaha merebut kepemilikan kebun dengan menculik serta mencoba membunuh putra tunggal pewaris sah tanah tersebut.
Menghadapi pengkhianatan yang tak lagi dapat ditoleransi, sang Tuan Tanah mengambil tindakan tegas. Setelah mengusir penyewa beserta anak buahnya dan mengakhiri kekerasan yang mereka lakukan, ia mempercayakan pengelolaan Kebun Induk kepada penyewa lain yang diharapkan mampu mengemban amanah dengan benar.