Laras tidak langsung menyentuh buku itu hari itu.
Ada sesuatu yang berbeda sejak terakhir kali ia menulis di dalamnya.
Halo juga.
Kalimat itu tidak seharusnya berarti apa-apa.
Tapi entah kenapa, ia terus teringat.
Sore itu, setelah pulang sekolah, Laras duduk cukup lama di kamarnya sebelum membuka buku bersampul hitam itu lagi.
Angin laut masuk pelan dari jendela.
Suara ombak terdengar seperti biasa.
Namun suasana di dalam kamar terasa tidak sama.
Lebih sunyi dari biasanya.
Laras menarik napas pelan.
Lalu membuka buku itu.
Halaman pertama masih sama.
Halo.
Halo juga.
Tapi kali iniā¦
ada sesuatu yang baru di halaman berikutnya.
Laras membeku.
Matanya langsung terpaku pada tulisan itu.
Bukan satu kata.
Tapi kalimat panjang.
Seolah seseorang benar-benar menunggu cukup lama untuk menuliskannya.