Hampir Sampai

Langgeng Ikhtiar Pribadi
Chapter #10

Sisi Lain dari Koin

Jadwal audit vendor triwulan kedua ditaruh di atas meja baru gue sejak pukul delapan pagi. Sebagai Senior Administrator yang baru, tugas pertama gue adalah memimpin verifikasi dokumen untuk tiga besar vendor logistik jalur barat sebelum berkasnya masuk ke meja direksi keuangan.

"PT Handoko Logistik Utama mengirim perwakilan langsung buat asistensi berkas, Ki," Nining menyembul dari balik sekat kubikel baru gue, memegang lembar absensi tamu lobi. "Katanya ada revisi minor di lampiran nomor kendaraan operasional. Orang mereka udah di ruang rapat nomer tiga."

Gue membolak-balik bundel profil perusahaan setebal lima puluh halaman dengan logo jabat tangan emas di covernya. Dokumen mereka paling rapi, lengkap dengan sertifikasi ISO terbaru.

"Oke. Lo bawa berkas pembanding dari divisi logistik kita, Ning. Sepuluh menit lagi gue ke sana," kata gue, merapikan letak nametag di blazer tanpa ada perubahan nada suara.

Begitu Nining keluar, gue mengambil napas panjang, menahannya selama tiga detik, lalu mengembuskannya perlahan. Nama Elena Clarissa tercantum di halaman struktur organisasi vendor sebagai Direktur Pengembangan Bisnis. Ini bukan lagi soal foto di Instagram atau siluet di lampu merah. Ini adalah urusan profesional yang nilainya ratusan juta rupiah bagi kantor gue. Sisi gila kontrol di kepala gue langsung mengambil alih; gue gak boleh kelihatan defensif, minder, atau cacat sedikit pun di depan vendor.

Pintu ruang rapat nomer tiga gue dorong perlahan. Ruangan ber-AC itu beraroma parfum melati yang lembut namun tegas.

Seorang cewek dengan setelan celana kain dan blazer sewarna pastel berdiri dari kursinya, langsung mengulas senyum ramah yang tulus begitu melihat gue masuk. Rambut panjangnya diikat rapi ke belakang. Di dunia nyata, tanpa filter layar ponsel, Elena kelihatan jauh lebih matang, tenang, dan memiliki pembawaan yang terdidik.

"Selamat siang. Saya Elena," dia mengulurkan tangan kanannya dengan mantap, menjabat tangan gue tanpa keraguan. "Terima kasih sudah meluangkan waktu di tengah jadwal audit, Mbak Kiara."

Lihat selengkapnya