Hampir, Tapi Tak Pernah

Bear Winter
Chapter #6

Bab 6 — Pelan-Pelan Pulih

Patah hati tidak pernah datang dengan suara keras.

Ia datang seperti retakan kecil di kaca—tidak langsung hancur, tapi cukup untuk mengubah segalanya.

Hari-hari pertama setelah Lula benar-benar berhenti menunggu terasa aneh. Bukan karena ada yang hilang secara fisik, tapi karena ada ruang kosong yang belum terbiasa ia isi sendiri.

Biasanya, setiap ada hal kecil yang ingin ia ceritakan—tentang dosen yang salah sebut nama, tentang kopi yang terlalu manis, tentang langit sore yang cantik—ia tahu harus mengirimkannya ke siapa.

Sekarang, ia menyimpannya sendiri.

Awalnya berat. Jari-jarinya sering refleks membuka chat Akbar, lalu berhenti sebelum mengetik apa pun. Ia belajar menahan impuls itu. Satu hari. Lalu dua. Lalu seminggu.

Dan ternyata, dunia tidak runtuh.

Suatu pagi, Lula memutuskan bangun lebih awal. Ia mengenakan sepatu olahraga yang sudah lama berdebu dan berjalan keluar rumah sebelum matahari benar-benar naik.

Udara pagi terasa berbeda. Lebih dingin, lebih jujur.

Ia berjalan tanpa tujuan jelas, hanya mengikuti langkahnya sendiri. Di taman kecil dekat rumah, ia duduk di bangku kayu, memperhatikan anak-anak kecil yang berlarian.

Lula tersenyum kecil.

Ternyata hidup tetap berjalan, bahkan saat hatinya sempat terasa berhenti.

Hari itu, ia menyadari sesuatu: selama ini, dunianya terlalu sempit. Terlalu berpusat pada satu orang.

Dan ketika orang itu menjauh, ia merasa kehilangan segalanya.

Padahal, ia masih punya dirinya sendiri.

Di kampus, Lula mulai kembali aktif di hal-hal yang dulu ia suka. Ia mendaftar kegiatan literasi yang sempat ia tinggalkan. Ia kembali menulis—bukan tentang Akbar, tapi tentang dirinya.

Tentang perempuan yang terlalu lama menunggu tanpa pernah diminta.

Tentang luka yang tidak terlihat, tapi nyata.

Nira memperhatikannya dengan senyum lega.

“Akhirnya kamu balik lagi,” kata Nira suatu siang.

“Balik ke mana?” tanya Lula.

“Ke diri kamu sendiri.”

Kalimat itu sederhana, tapi menghangatkan.

Lihat selengkapnya