HANGUS JADI ABU

Indra S Miraj
Chapter #28

BAB 27: Harga Sebuah Pintu

Rio berutang kepada Jemaah Abu sebelum mengenal nama mereka.

Ibunya meminjam untuk mempertahankan rumah makan. Tagihan membesar. Seorang penagih memukul adik Rio dan merekamnya. Ketika amplop datang, sang ibu menulis nama penagih itu, lalu membakarnya.

Utangnya lenyap.

Sebagai gantinya, Rio diminta membantu satu pekerjaan.

Diaz menemuinya di parkiran kampus.

"Gue enggak mau sakiti Devina," kata Rio.

"Lu enggak diminta sakiti."

"Kalian minta foto."

Diaz menyandarkan tubuh pada motor. Tangan yang pernah memukul Yonas masih memiliki noda hitam di sela kuku.

"Gue minta sesuatu yang sudah dia kasih ke lu."

"Itu pribadi."

"Utang nyokap lu juga pribadi sampai satu keluarga diteror."

Rio berusaha pergi. Diaz menangkap belakang lehernya dan membenturkan wajahnya ke jok motor.

Tulang hidung Rio berbunyi.

"Dengar baik-baik," kata Diaz. "Gue enggak bangga melakukan ini. Tapi rasa bangga enggak bikin ibu lu tetap punya rumah."

Ia menunjukkan foto ibu Rio sedang melayani pembeli di rumah makan yang kembali ramai.

"Satu pekerjaan. Setelah itu selesai."

Rio menangis dengan darah menetes ke bibir.

"Kalau aku nolak?"

Abu keluar dari lubang hidungnya bersama darah. Di layar ponsel, foto rumah makan berubah hitam seperti terbakar dari dalam.

Diaz melepaskan.

"Gue enggak perlu jawab."

Lihat selengkapnya