HANGUS JADI ABU

Indra S Miraj
Chapter #32

BAB 31: Perempuan yang Menemukan Pintu Lama

Mira menemukan ponsel lamanya karena suara ayahnya keluar dari dalam dinding.

Ia sedang mengambil buku panduan relawan di ruang penyimpanan ketika mendengar rekaman yang sudah diputar berkali-kali oleh sesuatu yang tidak terlihat.

"Mira, Bapak di sini. Angkat. Kita enggak usah bahas siapa salah. Pulang dulu."

Suara itu datang dari sebuah kaleng biskuit yang dikunci.

Mira memecahkan gembok dengan palu.

Di dalamnya ada ponsel, SIM lama, tiga surat dari ayahnya, bukti transfer yang dikembalikan, dan salinan surat kuasa untuk membawa Mira pulang. Tanggal semuanya mendahului amplop.

Pertolongan manusia pernah datang.

Jemaah Abu memastikan Mira tidak melihatnya.

Laras menemukan Mira duduk di lantai.

"Kami menyelamatkanmu dari keputusan panik."

"Bapak saya mau datang."

"Dan membawa kamu kembali ke tempat yang membuatmu merasa gagal."

"Itu pilihan saya."

"Waktu itu kamu tidak sanggup memilih."

Mira tertawa. Suaranya seperti sesuatu patah.

"Lucu. Kalian selalu bilang pengakuan harus sukarela."

"Pengakuanmu memang sukarela."

"Setelah semua jalan lain kalian sembunyikan."

Laras berjongkok. "Jalan itu sudah ada sebelumnya dan kamu tidak mengambilnya."

"Beda antara menolak jalan dengan tidak tahu jalannya dibuka."

Untuk pertama kalinya, Laras tidak memiliki jawaban yang terdengar seperti kasih sayang.

* * *

Mira mencari berkas anggota lain.

Ia tidak menemukan mesin rahasia. Ia menemukan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih buruk.

Surat keluarga yang tidak diteruskan.

Uang bantuan yang dikembalikan.

Relawan yang diminta mengatakan kamar penuh.

Saksi yang didatangi Diaz sampai menarik tawaran.

Catatan tentang Deni sebelum Nisa menulis namanya.

Pengakuan Rio bahwa ia dipaksa menyerahkan rekaman Devina.

Sang Pelunas tidak menciptakan keputusasaan mereka. Manusia sudah melakukannya dengan sangat baik. Jemaah hanya memastikan tidak ada pertolongan lain yang sempat menjadi jawaban.

Lihat selengkapnya