Laras, Harun, dan sebelas anggota dinyatakan tewas.
Mira dinyatakan hilang.
Teguh dirawat karena luka bakar. Sri tidak meninggalkan sisi ranjang. Wati dan anak-anak ditempatkan di rumah aman milik lembaga lain. Devina dimintai keterangan, lalu dibebaskan karena tidak ada bukti ia melakukan kekerasan.
Nisa menjalani pemeriksaan selama sembilan belas jam.
Ia menceritakan Zahra, rumah sakit, utang, teror Ferdy, dan malam ketika Yayasan Rumah Pulih menerimanya. Semua benar.
Ia mengakui menghadiri pertemuan, tetapi mengatakan Laras mengancam akan memakai Zahra sebagai pengganti jika ia pergi. Buku Abu tidak ditemukan. Diaz membawanya keluar sebelum polisi menutup gedung.
Kesaksian lama yang diberikan Nisa kepada Andika memperkuat ceritanya.
Andika sendiri menulis surat bahwa Nisa pernah meminta bantuan untuk keluar.
Tiga hari kemudian, Nisa pulang bersama Zahra.
Di depan wartawan ia berkata:
SAYA HANYA SEORANG IBU YANG MENERIMA BANTUAN KETIKA ANAK SAYA HAMPIR MATI.
Kalimat itu diputar berulang kali di televisi.
* * *
Mira muncul pada hari ketujuh.
Polisi sedang mengadakan konferensi pers di depan gedung yang terbakar. Damar menjelaskan jumlah korban ketika seseorang berteriak dari kerumunan.
Mira memanjat atap kendaraan taktis.
Wajahnya masih dapat dikenali, tetapi leher dan tangannya terlihat seperti kertas yang berkali-kali dibakar lalu dilekatkan kembali. Tulisan hitam bergerak di bawah kulit.
Kamera berbalik kepadanya.