HANGUS JADI ABU

Indra S Miraj
Chapter #37

BAB 36: Pemberontakan

Enam bulan di penjara cukup bagi Mira untuk mendapatkan nama baru.

Para tahanan memanggilnya Mulut Abu.

Ia tidak memulai dengan khotbah. Ia membagi makanan, membersihkan luka, menulis surat untuk tahanan yang tidak dapat membaca, dan mendengarkan cerita tanpa bertanya lebih dulu apa kesalahan mereka.

Perempuan-perempuan di bloknya memiliki banyak bentuk utang.

Biaya pengacara.

Uang keluarga.

Pinjaman yang diambil untuk pasangan.

Denda yang terus bertambah.

Anak yang berhenti sekolah karena ibunya ditahan.

Mira mendengarkan semuanya.

Setelah itu ia bertanya, "Siapa yang datang ketika kamu meminta pertolongan?"

Amplop mulai muncul.

Satu ditemukan di bawah kasur. Satu berada di antara halaman kitab doa. Tiga muncul di dalam baki makanan yang baru saja diperiksa petugas. Tidak ada anggota Jemaah Abu di luar yang mengirimkannya.

Keputusasaan adalah alamat yang tidak membutuhkan kurir.

Utang keluarga tahanan menghilang. Seorang suami yang menjual anaknya menerima hukuman dari nama yang ditulis. Seorang sipir yang selama bertahun-tahun memeras uang kunjungan muntah kunci-kunci kecil sampai ususnya robek.

Sel Mira menjadi tempat ibadah.

Ketika pihak penjara memisahkan Mira, tiga puluh tujuh tahanan sudah mengucapkan pengakuan.

* * *

Kerusuhan dimulai setelah petugas menyita amplop dan menyiram altar abu dengan air.

Para tahanan mengambil alih satu blok. Kasur dibakar. Pintu-pintu sel terbuka setelah kuncinya tumbuh dari luka perut sipir yang mati.

Lihat selengkapnya