Blurb
Bagi Sarah, aroma kayu lapuk di kontrakan sempitnya adalah bau kebebasan. Setelah meninggalkan kemegahan rumah yang penuh teriakan dan air mata, ia bersumpah untuk membangun dunia baru yang hanya dihuni oleh dirinya dan Rio, putra semata wayangnya. Baginya, kerapian kerah baju Rio adalah benteng harga diri, dan setiap rupiah yang ia kumpulkan dari kerja kerasnya adalah investasi agar Rio tak pernah merasa kekurangan.Namun, kedamaian yang dibangun Sarah di atas pondasi kemandirian yang keras itu mulai retak. Ketukan pintu di tengah malam dan sebuah amplop cokelat dari firma hukum membawa kembali bayang-bayang pria yang ingin ia lupakan selamanya. Mantan suaminya kembali dengan tuntutan hak asuh, mengancam akan meruntuhkan "tim dua orang" yang selama ini menjadi satu-satunya alasan Sarah untuk tetap berdiri tegak.Di tengah kepungan rahasia masa lalu yang terancam terbongkar dan pengkhianatan kecil yang tak terduga, Sarah harus memilih: terus mengunci pintu hatinya rapat-rapat sebagai pelindung tunggal, atau membiarkan tembok yang ia bangun runtuh demi masa depan putranya?Sebab di dunia yang kejam ini, apakah cinta seorang ibu benar-benar sudah cukup untuk membangun dunia yang sempurna?