Rheina tidak pernah lupa, berapa kali dia bertanya pada Zaidan. Tentang hubungan antara lelaki itu dengan masa lalunya. Berulang kali juga dia memastikan bahwa pilihannya tidak salah untuk mempercayai setiap kata yang terucap dari mulut lelaki itu.
"Kamu beneran udah gak ada hubungan dengan dia lagi kan?" Untuk kesekian kalinya Rheina bertanya. Tatapannya serius, langsung menuju lawan bicaranya.
"Beneran, aku udah gak ada hubungan lagi" jawab Zaidan dengan nada menekan, sedikit jengkel karena selalu di tanya hal yang sama. "Yasudah kalau gak percaya" tambahnya
Gadis itu menghembuskan nafasnya perlahan, mencoba untuk sedikit tenang. Pikirannya tak karuan. Ingin mempercayai ucapan kekasihnya, namun bukti juga sudah terlihat. Walaupun entah itu bukti yang sah atau bukan.
Sore itu ketika mereka berdua sedang berkencan. Zaidan sangat sibuk dengan ponselnya. Tak peduli dengan Rheina yang duduk di hadapannya. Menunggu untuk sebuah percakapan dimulai.
"Kamu lagi apa sih, sibuk banget kayaknya. Kalau sibuk pulang aja deh yuk" ajak Rheina .
"Ngedit foto bentar doang"jawab Zaidan tak mengalihkan pandangan sama sekali. Masih sibuk mengotak-atik ponsel miliknya.
Karena merasa tak sabaran, di tariknya ponsel itu dari genggaman zaidan. Terlihat foto seorang wanita yang tak asing lagi untuk Rheina. Gadis berambut pendek dan senyum manis dengan lesung pipinya.