Hari Dimana Aku Menjadi Perwujudan Keberuntungan

Cornelius Zii
Chapter #2

Semester 1.2 - Bagian Dari Mimpi

Rondo pun membaca semua data detail dirinya satu-persatu.


"Disini tertulis kalau aku... masuk kelas E?!"


Beberapa menit kemudian, tabung bulat tersebut menutup tampilan UI nya. Orla Rondo kemudian memunculkan tampilan GPS. GPS tersebut menuntun Rondo ke sebuah rumah kecil. Dirinya tampak berdiri di depan pintu rumah kecil tersebut.


Apa ini? Apa aku harus masuk ke dalamnya?

Batin Rondo.


Tak lama setelah itu, pintu rumah kecil tersebut terbuka secara otomatis. Rondo pun memasuki rumah tersebut. Tempatnya sudah cukup bagi Rondo tinggali—kurang lebih ukuran kamar tersebut setara dari kamar sampai ruang tamu di rumah kontrakannya dulu.


Di dalam rumah tersebut ada wastafel dan toilet juga. Setelah Rondo mulai membuat dirinya nyaman dengan tiduran di kasur lantai yang cukup empuk, Orla nya menyala-nyala. Rondo dengan cepat langsung menekannya sampai muncul tampilan UI broadcast.


[1 pesan baru!]

[Broadcast] [Suara berat misterius dari seseorang yang tampil hanya dengan siluet]

"Selamat sore murid-muridku yang tercinta. Bagaimana hari pertama kalian di Nexhile School? Kuharap pengalaman pertama kalian dapat menjadi sebuah pengingat penting, meski pasti cukup melelahkan. Sebagai informasi kecil, kalian semua kami beri fasilitas-fasilitas beragam yang nantinya bisa kalian akses dengan hanya menggunakan Growth Point (GP).


Apa itu GP dan bagaimana detailnya? Besok kalian akan diberikan penjelasan lebih lanjut oleh masing-masing wali kelas. Terkait kelas, kelas kalian saat ini tidak memiliki pengaruh apapun pada kalian. Semua kelas setara, tidak ada perbedaan sama sekali. Jadi, nikmati saja dulu momen-momen kecil di rumah pribadi sementara milik kalian saat ini.


Jika kalian merasa lapar dan belum mengantuk, Food Court yang terletak di dekat pusat gedung jadi pilihan terbaik kalian untuk makan. Semua makanan bebas kalian pilih, dan dibayar menggunakan GP. Namun, kalian tidak diizinkan untuk mengakses area lain selain food court.


Kami akan memberikan kalian GP senilai 1.500 untuk kalian pergunakan dengan baik. Belanjakanlah dengan cermat.


Terima kasih, sampai jumpa di kelas besok pagi."


[Broadcast ditutup otomatis]

[Kamu mendapatkan +1.500 GP!]


GP? Apa itu? Kayanya menjanjikan.

Perut Rondo mulai keroncongan. Rondo cukup lelah, namun disatu sisi ia juga begitu lapar. Rondo melihat sekeliling rumah kecilnya, namun tidak ada satupun makanan yang tersedia. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk keluar dari rumah kecilnya itu.


Ia mencoba berjalan-jalan di sekitarnya untuk mencari Food Court yang disebut-sebut oleh pria misterius itu. Namun, Rondo berujung agak tersesat. Di beberapa kejadian bahkan Rondo terjedot oleh tembok tak terlihat yang beberapa tempatnya memiliki tulisan 'dilarang mengakses area ini' ketika Rondo mendekat. Anehnya, ketika menjauh lagi dari area itu, tulisan tersebut hilang seketika tidak terlihat sama sekali.


Matahari mulai tenggelam pelan-pelan. Namun, Rondo masih belum menemukan Food Court. Suara keroncong dari perutnya berbunyi kembali. Rondo memegang perutnya.


Orla miliknya bergetar dan menyala-nyala. Rondo segera menekannya.


[1 Pesan Baru!]

[Chantira Ploy]

Oi, kau lapar, gak?

Ayo ke Food Court sini banyak orang-orang.

[Mengirim foto nasi goreng hangat di piring]


[Rondo Ernias]

Kelihatan enak, ya.

Tapi aku agak tersesat disini.


[Chantira Ploy]

Hahaha, sudah kuduga.

Dasar payah, padahal tinggal tanya saja ke murid lain.


[Rondo Ernias]

Mereka soalnya kelihatan sibuk.

Lihat selengkapnya