[Selamat datang di game Knight and Harbringer of Shadow.]
Rondo membuka matanya pelan-pelan. Ia menoleh pemandangan kanan-kiri di sekitarnya. Gunung-gunung menjulang tinggi, rumput-rumput begitu hijau, angin segar tercium oleh hidungnya. Rondo mencoba melangkahkan kakinya. Namun, kakinya tampak sedikit begitu berat. Suara langkah kakinya pun terdengar seperti suara besi yang memantul ke tanah.
Saat ia melihat ke bawah, barulah ia sadar bahwa kakinya itu kini berlapis besi.
Loh, kakiku... tanganku...?
Batin Rondo sambil melihat tangan dan kaki berlapis besi mengkilap. Di pinggangnya ia juga menenteng sebuah pedang besi berukuran sedang.
Beberapa saat kemudian, seorang perempuan memakai pakaian lengan panjang, rok panjang, dan topi panjang muncul di hadapannya. Perempuan itu menoleh pada Rondo. Rondo pun mendekatinya.
"Tira? Mana Kenta?" tanya Rondo pada perempuan yang memakai lengan dan rok panjang tersebut.
Tira agak terkagum-kagum melihat Rondo yang mengenakan kostum Knight.
"Kau yang jadi Knight? Wow, keren kali. Entah kemana tuh si Kenta. Mungkin sebentar lagi dia spawn," jawab Tira sambil menepuk-nepuk pakaiannya yang agak berdebu.
Beberapa saat kemudian, seorang pria yang berpakaian sederhana—seperti warga biasa muncul di hadapan mereka berdua. Pria tersebut begitu kekar. Di punggungnya, ada busur yang ia gendong dengan tempat anak panah yang berisi sekumpulan anak panah yang ia siap pakai.
Pria tersebut celingukan. Ia kemudian melihat Tira dan Rondo tengah berdiri di sampingnya.
"Wow, kau tampak beda sekali, Kenta," kata Rondo.
"Haduh... tapi busur ini lumayan agak mencekik juga," kata Kenta sambil membetulkan busurnya.
Mereka bertiga pun mulai berjalan mengikuti arah matahari yang mulai terbenam.
"Heh, kekar sekali kau disini. Padahal aslinya agak culun, hahaha," kata Tira dengan nada mengejek.
"Kau penyihir mendingan diam. Kau gak diajak," kata Kenta.
"Apa katamu?!" ucap Tira dengan nada tinggi. Matanya menjadi ungu menyala.
"Ehh, dia yang ngejek dia yang kesal," kata Kenta.
"Hee... kalian ini malah ribut-ribut, ahaha," kata Rondo dengan nada pelan.
Saking asyiknya mereka mengobrol, mereka pun sudah tiba di suatu desa terpencil. Di atasnya ada pelang besar bertuliskan 'Selamat datang di Eternia'. Disana, banyak orang-orang yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang sedang mengangkut-angkut air dengan gerobak, ada yang mengangkut beberapa batang kayu, ada juga yang masih berdagang.