Hari Dimana Aku Menjadi Perwujudan Keberuntungan

Cornelius Zii
Chapter #6

Semester 1.6 - Serangan Para Pasukan Bayangan

[Misi objektif: kalahkan pasukan bayangan gelombang 1/10]


Dari kegelapan-kegelapan itu, muncul lah sedikit demi sedikit babi-babi hutan dengan tubuh yang berbalut bayangan dengan mata yang merah menyala. Perlahan-lahan mereka semakin banyak, dan mulai berlarian menyerang menuju arah Rondo.


"Rondo, belakangmu!" teriak Kenta.


Rondo berbalik kebelakang lalu menusukkan pedangnya pada babi hutan bayangan itu. Babi hutan yang ditusuk Rondo kemudian perlahan-lahan menghilang menjadi debu.


"Kita harus benar-benar ambil posisi siaga, jangan sampai ada babi yang lolos!" kata Rondo sambil sibuk menyerang beberapa babi-babi hutan bayangan di sekitarnya.


Kenta mengambil busur dan anak panahnya, ia melihat beberapa babi hutan bayangan mulai berlarian ke arahnya. Ia menarik nafasnya dalam-dalam. Pandangannya mengunci ke babi-babi hutan bayangan itu. Ia mengambil anak panahnya, lalu meluncurkannya kepada beberapa babi hutan. Anak panah yang diluncurkannya terduplikasi menjadi 3, 5, kemudian 7 anak panah seiring ia melayang melesat jauh.


Sementara itu Tira memegang tongkat sihirnya dengan horizontal. Mulutnya komat-kamit mengucapkan mantra. Matanya menjadi ungu menyala. Rambutnya berkibas-kibas angin yang begitu kencang.


"Ila litho portu fokusie. Brim hador brim hador litho godhia axpartua!" ucap Tira sambil menodongkan tongkat sihirnya ke arah depan. Energi ungu yang sangat bercahaya yang begitu kuat kemudian melesat jauh kedepan—membuat pohon-pohon menjadi rubuh dan banyak babi-babi hutan bayangan meringis kesakitan. Beberapa menit kemudian babi-babi hutan bayangan itu menghilang perlahan-lahan menjadi debu.


Namun, Tira sedikit lengah karena masih tersisa satu yang hendak menyerangnya di arah kiri.


"Astaga, yang itu!"


Rondo kemudian menusuk babi hutan bayangan yang tersisa itu dengan pedang besinya.


"Tenang, yang satu ini bisa kuatasi," ucap Rondo.


Mereka menoleh pada Kenta yang masih sibuk dengan beberapa babi-babi hutan bayangan yang masih tersisa. Mereka pun berlari dan membantu Kenta yang kesusahan. Begitu mereka mendekati Kenta, Kenta langsung lemas terjatuh. Kenta kemudian menidurkannya di pahanya.


"Terimakasih, Tira," ucap Kenta dengan nada yang agak lemas.


"Kita belum selesai, jangan terimakasih sekarang, masih ada 9 gelombang lainnya," kata Tira sambil menyembuhkan kaki Kenta dengan sihir penyembuhannya.


Sementara itu, Rondo langsung masuk maju ke hutan yang dihadapi Kenta. Ia sendirian menghadapi babi-babi hutan bayangan yang ada disana. Berkali-kali ia mendengarkan suara besi yang terpantul yang hendak digigit oleh babi-babi hutan bayangan itu di bagian badannya. Namun beruntungnya, tidak semudah itu menembus armor zirah besi yang dikenakan Rondo.


Rondo melayangkan pedangnya dengan cepat pada babi-babi hutan bayangan itu. Ia juga menusuk beberapa babi hutan bayangan selayaknya sate babi panggang dengan pedangnya. Babi-babi hutan bayangan yang ditusuk oleh pedang Rondo menghilang bagaikan debu begitu saja. Kini jejaknya sudah tidak tersisa lagi. Ia kemudian menyimpan kembali pedang di saku kanannya.


Tak lama setelah itu muncul pop UI di hadapan Rondo.


[Misi objektif gelombang 1 berhasil!]


[+350 Exp]


[Misi objektif selanjutnya: kalahkan pasukan bayangan gelombang 2/10]


Masih... banyak ya ternyata?

Batin Rondo. Matanya menatap serius UI itu. UI itu pun tertutup otomatis. Beberapa kelelawar bayangan berukuran besar dan babi-babi hutan bayangan dengan mata merah bersinar bercahaya pun mulai muncul di hadapan Rondo. Namun, tiba-tiba 3 anak panah melesat dengan cepat pada monster-monster bayangan itu. Rondo langsung menoleh ke belakang.


"Hei, kau jangan asik sendirian, ksatria," ucap Kenta sambil tersenyum memegang busurnya.


Monster-monster bayangan itu kini mulai muncul lebih banyak lagi. Mereka mulai menyerang trio itu dengan gerombolan. Tira mengucapkan mantranya dengan mulut komat-kamit. Sihir ungunya yang berenergi kecil-kecil menyerang bayangan-bayangan itu dengan cepat dan bertubi-tubi.


Serangan itu kemudian diikuti oleh Kenta yang menarik anak panah melalui busurnya, lalu anak panah tersebut kini memiliki energi listrik yang menyebar—membuat monster-monster bayangan itu pingsan seketika. Lalu, Rondo lah yang mengeksekusi setiap monster-monster bayangan yang berjatuhan itu.


Semakin banyak monster-monster bayangan itu menyerang mereka, semakin trio itu lihai menggunakan kemampuannya. Tira terus menembakkan energi-energi sihirnya dengan cepat. Sementara Kenta terus-menerus menembakan anak panahnya dengan macam-macam energi yang berbeda-beda. Rondo semakin cepat melayangkan pedangnya. Ia seperti menari dengan pedang miliknya diantara monster-monster bayangan yang dihadapinya.


Lihat selengkapnya