Hari Dimana Ceritanya tentang kita

E. Karto
Chapter #6

Arteri Di 20

Kamu... ibumu... mamaku... Semua adalah perempuan. Sudah seharusnya kamu yang lebih tahu mengenai sifat dan perasaan perempuan.

Semua saran darimu memang tidak ada yang salah,Nil,karena jika kulakukan, mungkin itu memang menjadikan semua jalan terasa lebih baik.


15 Januari 2019


"Hei! Bangun,udah siang loh!"

Suara perempuan yang sangat familiar membangunkanku pagi itu. Seperti biasa,senyum manisnya tak pernah gagal untuk melelehkan hati,juga memberikan semangat serta alasan bagiku untuk kembali menjalani hari.

"Eh,Nil,tumben pagi-pagi udah ke sini," gumamku sambil berusaha mengumpulkan nyawa.

"Jangan bilang kalau kamu lupa sekarang tanggal berapa!" sahut Nada yang langsung menarik tanganku untuk segera bangkit dari tempat tidur.

"Selamat datang di 20,Arteri!!"

Ia mengucapkannya dengan penuh semangat dan kehangatan,sembari menunjukkan sekotak donat dan dua gelas kopi yang lengkap dengan lilin berbentuk angka 20 di atasnya.

"Wow! Luar biasa! Mana kuenya hehe!!" jawabku dengan nada datar,meski ekspresi wajahku tak bisa berbohong bahwa aku sedang sangat bahagia.

"Yee,kayak mau dimakan aja tuh kue! Justru aku sengaja ganti pakai donat karena kamu gak akan mungkin makan kue," timpalnya cepat.

Ya,memang benar apa yang diucapkan Nada. Aku adalah tipe orang yang sangat tidak menyukai kue-kue berjenis kue ulang tahun. Perhatiannya pada detail kecil seperti itu selalu berhasil menyentuh sisi terdalamku.

Lihat selengkapnya