Angin berembus cukup kencang siang itu,menerbangkan rintik hujan yang masih tak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Kondisi cuaca yang basah dan lembap ini memang khas menjelang tahun baru Cina.
Bagiku,manusia yang selalu merasa gerah dan tak nyaman dengan udara wilayah Jakarta dan sekitarnya saat matahari sedang terik-teriknya,suasana ini sebenarnya sangat bersahabat. Dinginnya pas,meski langitnya terlihat sedikit galau.
Aku melangkah masuk ke salah satu kafe di sekitar Stadion Patriot dengan rambut yang sedikit lepek karena tempias air.
Di sana,seorang perempuan sudah duduk manis menungguku.
"Kamu ke sini pakai motor?" tanya Nada begitu aku menarik kursi di depannya. Matanya melirik kunci motor yang kuletakkan di atas meja dengan dahi sedikit berkerut.
Aku mendengus pelan,berusaha mengatur napas yang sedikit tersengal. "Ya kalau bukan pakai motor terus pakai apa? Aku kan belum bisa beli mobil kayak cowok yang jemput dan antar kamu minggu lalu," jawabku ketus,sambil sengaja membuang muka ke arah jendela yang berembun.