17 Maret 2019
Hari ini menjadi hari yang paling membahagiakan dalam hidup kami. Sebuah tanggal yang akan terukir permanen,bukan hanya di buku nikah,tapi di setiap embusan napas kami ke depan.
Arteri dan Nadaliyni.
Aku duduk dengan punggung tegak di depan meja kayu yang dilapisi kain putih bersih. Di depanku,Ayah Nada duduk dengan wajah yang jauh lebih serius daripada biasanya. Tidak ada cubitan jahil atau lelucon "gerebek" kali ini. Tangannya yang kokoh menjabat tanganku erat,seolah menyalurkan seluruh kepercayaan yang beliau miliki kepadaku.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nadaliyni Miana Yasrief binti..."
Suaraku menggema di dalam ruangan yang hening. Dalam satu tarikan napas,aku mengucap sumpah janji suci. Sebuah pernyataan bahwa mulai detik ini,aku mengambil alih tanggung jawab besar itu. Aku berjanji akan selalu menjaga,merawat,dan mencintaimu selamanya,Nil.
"Sah?"
"SAH!"
Gemuruh doa menyusul setelahnya. Aku melirik ke samping,melihatmu nampak begitu anggun dengan kebaya putih dan riasan yang membuatnya berkali-kali lipat lebih cantik. Hari yang tak pernah kubayangkan benar-benar terjadi; aku meminang wanita hebat yang selama ini menghuni hatiku.
Beberapa jam kemudian,kaku di kaki mulai terasa saat kami harus berdiri menyalami ratusan tamu di pelaminan.
Di sinilah insting detektif dan jiwa humorisku mulai bergejolak karena merasa asing dengan kerumunan yang datang.