Minggu pagi yang sangat tenang di daerah pinggiran Jakarta sebelah timur.
Ya,memang semua sudah berjalan menjadi jauh lebih baik,tapi tetap saja untuk bisa punya rumah di pusat ibu kota aku masih tak sanggup.
Selepas menikah,aku dan Nada tinggal di rumah minimalis khas perumahan kelas menengah yang baru kubeli tentunya dengan tambahan bantuan dari Ayah Nada yang baik hati.
Di pagi yang tenang itu,aku masih sangat mengantuk. Mataku terasa berat dan lengket karena baru begadang sampai subuh demi menonton beberapa pertandingan sepak bola Eropa,yang juga harus kuulas artikelnya pagi itu pula.
Aku sedang asyik bermimpi mencetak gol di final Liga Champions saat tiba-tiba...
"AAAAAAAAAAAAA!!!!"
Suara teriakan Nada dari dalam kamar mandi membuyarkan pagi tenangku,mengubahnya jadi kepanikan instan. Jantungku serasa melompat ke tenggorokan.
"Kenapa sayang? Ada apa? Ada Indominus rex?!" teriakku sambil berlari terbirit-birit menuju sumber suara,hampir saja terpeleset karena masih memakai kaus kaki.
Nada keluar dari kamar mandi dengan napas tersengal. Wajahnya campur aduk antara kaget dan haru.
Ia menyodorkan sebuah benda kecil berbentuk strip kertas tipis ke depan mataku. Di sana,terpampang jelas dua garis merah di sepertiga ujung alat itu.
"Kenapa? Apa ini? Kamu jualan kertas kado?" sahutku dengan ekspresi bego,melongo maksimal karena nyawaku baru terkumpul sekitar empat puluh persen. Aku menatap benda itu seolah-olah itu adalah artefak kuno yang sulit diterjemahkan.
Nada mulai meneteskan air mata bahagia,tapi ia juga tertawa kegirangan melihat kelemotanku. "Aku hamil!"
"Apa? Hamil? Terus kenapa?" tanyaku polos,masih dengan sisa-sisa wajah bantal.
Nada menghentakkan kakinya ke lantai, gemas. "Kok kenapa sih! Aku hamil,Arteri Suteja!"
"Iya,aku tahu,kamu kan sudah bilang barusan. Tapi kenapa kamu teriak panik begitu? Kita kan sudah nikah? Memangnya ilegal kalau kamu hamil sekarang?" jawabku sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
Nada menutup wajahnya dengan kedua tangan,tangis bahagianya semakin pecah. "Aku bingung harus apa,Ri! Aku kaget banget,gak nyangka secepat ini!"