Setelah badai emosi di depan IGD mereda,Nada akhirnya mendapatkan penanganan medis yang semestinya. Ia dipindahkan ke ruang observasi,sementara tim dokter melakukan serangkaian tes laboratorium dan pemindaian untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang menggerogoti tubuh istriku.
Tak lama kemudian,Ibu Nada datang dengan wajah yang sangat pucat. Beliau langsung memelukku tanpa kata,tubuhnya bergetar hebat.
Kami hanya bisa saling menguatkan dalam diam sampai akhirnya seorang dokter memanggil kami ke sebuah ruangan kecil yang dingin dan didominasi warna putih.
"Apa? Liver? Bagaimana bisa istri saya terkena penyakit itu,Dok?" suaraku pecah,bergema di antara dinding-dinding kaku ruangan itu.
Penyakit hati atau liver yang sudah berada di fase sangat buruk... berita itu menghantamku layaknya petir di siang bolong. Jantungku serasa dicopot paksa dari rongganya,dan seketika dengkulku lemas tak bertulang.
Jika saja aku tidak sedang duduk di kursi,aku yakin tubuhku sudah tersungkur di lantai rumah sakit.
"Penyakit liver ini bisa berasal dari banyak faktor,Pak. Akan tetapi,biasanya faktor terbesarnya adalah pola hidup yang kurang sehat dari si penderita," jelas dokter dengan nada datar yang justru terasa menyakitkan.
"Tapi selama ini istri saya dan saya selalu menjalani gaya hidup sehat,Dok! Saya sangat memperhatikannya! Dan selama ini pun istri saya tak pernah mengalami atau bahkan mengeluhkan sakit apa pun. Jadi bagaimana mungkin secara tiba-tiba istri saya mengidap penyakit liver,apalagi di kondisi yang sudah separah ini?" aku mencecar dokter itu,mencoba mencari celah logika yang masuk akal.
Dokter itu menghela napas,menatap hasil lab di depannya. "Mungkin bisa jadi selama ini,entah karena alasan apa,istri Bapak tidak menceritakan apa yang ia rasakan. Tetapi itu pun masih sebatas kemungkinan."
"Itupun rasanya tidak mungkin,Dok!" timpal Ibu Nada dengan suara rendah yang bergetar. Beliau mengetuk meja dengan jari lentiknya sedikit,matanya merah. "Anak saya belum lama ini baru saja melahirkan,dan selama mengandung hingga setelah melahirkan dia selalu melakukan cek kesehatan bersama saya atau suaminya. Tidak ada catatan apa pun! Atau ada kemungkinan kesalahan terjadi di pihak rumah sakit tempat kami melakukan cek kesehatan?"
Suasana ruangan menjadi sangat tegang. Ibu Nada membantah setiap kemungkinan yang menyudutkan putrinya.