Hari Ketika Kami Bukan Keluarga

Miska Tsabitha Fikri
Chapter #22

Hari Terakhir

Hari ke-29 datang dalam situasi yang sangat kontras dengan yang diperkirakan hari-hari sebelumnya. Sarah menolak menyapa, menatap, atau berada di dalam satu ruangan yang sama dengan Bima. Atmosfer rumah terasa begitu tegang seolah satu percikan kecil saja sudah cukup untuk meledakkannya kembali.

Di meja kerjanya yang berantakan, Bima duduk terpaku. Lingkar hitam menghiasi bagian bawah matanya yang memerah akibat tak tidur semalaman. Dengan jemari yang gemetar, Bima membalik-balik lembaran buku agenda yang disebut-sebut Sarah kemarin. Semakin ia membacanya, semakin ia frustrasi. Rutinitas hari Sabtu itu sudah menghabiskan uang total sekitar lebih dari 300 juta. Angka yang fantastis dan aneh untuk diberikan secara tunai.

Bima menahan napas. Bagian belakang kepalanya mendadak berdenyut nyeri luar biasa, bagai dihantam benda tumpul.

Ia membaca catatan itu berulang-ulang dengan dada yang kian bergemuruh. Catatan itu ditulis oleh tangannya sendiri. Ia sangat mengenali goresan garis lengkung pada huruf 'B' dan 'M' miliknya. Namun, otaknya sama sekali tidak memiliki arsip memori tentang transaksi tersebut. 

"Kenapa tunai?" bisik Bima pada dirinya sendiri di tengah keheningan kamar. Suaranya serak dan parau.

Logika Bima mulai bekerja secara otomatis di tengah kebingungannya. Untuk transaksi sebesar tiga ratus juta rupiah, menariknya secara tunai di bank adalah tindakan yang luar biasa merepotkan, tidak praktis, dan memicu risiko keamanan tinggi. Jalur normal untuk transaksi profesional sebesar itu adalah transfer antar-bank yang legal dan tercatat resmi.

Kecuali ... Bima memang sengaja menginginkannya begitu.

Sebutir keringat dingin menetes dari pelipis Bima. Sebuah kesadaran mengerikan perlahan membakar benaknya. Sepertinya, pria di masa lalu yang bernama Bima Wijaya sengaja menarik uang tunai tiga ratus juta rupiah agar transaksi ‘Slot R’ ini tidak meninggalkan jejak digital, tidak terdeteksi oleh laporan mutasi rekening bulanan yang diakses Sarah, dan lolos dari audit perpajakan.

Lihat selengkapnya