Blurb
Udara Stasiun Sudirman saat malam selalu menyimpan aroma kelelahan Jakarta serta janji-janji yang batal diucapkan.
Arga, seorang copywriter yang mahir merangkai kata-kata manis palsu, bertemu dengan Chintya, seorang ilustrator tanpa jejak digital yang memilih hidup di balik heningnya gerbong KRL terakhir. Di antara rintik hujan, secangkir kopi murah, dan ruang tanpa sinyal, mereka saling bertukar kesepian.
Ada orang yang mencintai dengan cara bertahan, ada pula yang mencintai dengan cara menghilang.
Di kota yang bising ini, berapa lama dua orang asing bisa saling meminjam waktu sebelum salah satu dari mereka menguap menjadi ingatan?